Pemkot Segera Uji Coba BisKita Koridor 3 dan 4, Kekurangan Armada Masih Jadi Kendala

Pemkot Bogor segera melakukan uji coba koridor 3 dan 4 BisKita yang direncanakan akan beroperasi pada awal 2027. Namun, kekurangan armada masih menjadi kendala.

Pemkot Segera Uji Coba BisKita Koridor 3 dan 4, Kekurangan Armada Masih Jadi Kendala
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim didampingi jajaran Dishub Kota Bogor setelah membahas uji coba BisKita koridor 3 dan 4, Rabu (8/7/2026). (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor segera melakukan uji coba koridor 3 dan 4 BisKita yang direncanakan akan beroperasi pada awal 2027. Namun, kekurangan armada masih menjadi kendala.

"Kami membahas tentang rencana implementasi BisKita koridor 3 dan 4. Untuk koridor 3 dan 4, tahun ini kami akan matangkan. Tapi jumlah armada masih kurang karena kebutuhannya sebanyak 68 unit bis," kat Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kepada INILAHKORAN, Rabu (8/7/2026).

Dedie memaparkan, sejauh ini armada yang dimiliki baru 49 unit bus. Kekurangan 19 unit nantinya bisa dipenuhi menggunakan skema lelang.

"Banyak nanti hal-hal yang harus dibahas, karena kalau mandiri kan berarti non-subsidi. Kalau non-subsidi ini pasti ada penyesuaian tarif. Tadi juga kami bahas, kira-kira willingness to pay-nya atau tarifnya masih terjangkau lah, kurang lebih antara Rp6.000 sampai Rp7.000," paparnya.

"Jadi artinya yang mandiri Rp6.000 sampai Rp7.000, kemudian 4 koridor yang lain yang disubsidi itu sekitar Rp4.000. Nah, jadi itu yang kami bahas. Ada hal-hal lain terkait dengan rambu, marka dan lainnya," tambah Dedie. 

Dedie melanjutkan, terkait dengan personil dan lain sebagainya, tentu dibahas juga. Tapi dua poin yang utama matangkan bagaimana angkot dengan reduksi bisa berjalan dengan lancar, sesuai dengan aturan dan mempersiapkan nanti ke depan untuk menjadikan feeder. 

"Feeder angkot tentunya untuk 6 koridor dan ada rerouting juga. Kami akan usahakan uji coba koridor 3 dan 4 di tahun ini. Nanti kami cari polanya seperti apa. Tetapi tentu kan ada kaitan dengan penganggaran subsidi yang pastinya di awal tahun 2027," jelasnya.

Dedie meminta untuk penganggaran subsidi tidak ada jeda seperti sebelumnya. Untuk lelangnya akhir tahun 2026.

"Saya Pak Kadishub, tidak ada jeda. Jadi yang kalau sebelum-sebelumnya kan selalu ada masa transisi anggaran. Harapannya tentu kalau memungkinkan tidak ada jeda. Jadi lelang bisa dilakukan di akhir tahun 2026. Jadi nanti per 1 Januari 2027 tetap BisKita ini bisa jalan," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani