DLH Kota Bandung Nonaktifkan Insinerator, Uji Coba Teknologi Refuse Derived Fuel
Pemkot Bandung pastikan seluruh insinerator di Kota Bandung saat ini sudah tidak beroperasi menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, seluruh insinerator di Kota Bandung saat ini sudah tidak beroperasi menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
"Sesuai arahan pak menteri untuk diberhentikan ya, dinonaktifkan operasionalisasinya. Nunggu arahan pimpinan saja sama dari KLH seperti apa. Nanti kami coba komunikasi lebih lanjut," kata Salman Faruq, Kamis 5 Februari 2026.
Langkah tersebut, dituturkan ia menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk beralih ke teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan khususnya RDF atau refuse Derived Fuel. Teknologi RDF, memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih dibandingkan insinerator konvensional.
"Kalau RDF, sudah ada yang beroperasi di Bandung. Ada di beberapa lokasi, TPST Babakan Siliwangi, TPST Tegalega, TPST Jalan Indramayu, TPST Ence Azis, TPST Batununggal Indah dan TPST Cicukang Holis," ucapnya.
Kata Salman, meskipun teknologi baru sedang diuji coba. Pemerintah kota memastikan pengolahan sampah tetap berjalan. Untuk sementara, sampah diambil secara manual terutama yang masih memiliki nilai daur ulang. Sisanya, sementara dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Sementara kita pilih manual dulu ya, untuk diambil high value nya. Yang daur ulangnya masih bisa dimanfaatkan, dan sisanya sementara ke TPA. Tapi apa terjadi penumpukan? Ada, tapi tidak terlalu besar," ujar dia.
Sambung ia, transisi juga berdampak pada perencanaan jumlah mesin pengolahan sampah. Sebelumnya Kota Bandung memiliki rencana 25 mesin, termasuk insinerator. Meski teknologi berganti, volume sampah yang harus diolah tetap sama.
"Jumlah sampah yang harus diolah, tetap sama dengan yang sudah direncanakan sebelumnya dengan beralihnya teknologi ya. Jadi bukan dari nilainya. Bisa jadi lebih murah, bisa jadi lebih mahal. Tetapi saya belum bisa bicara banyak soal itu," jelasnya.
Ke depan ditambahkan Salman, pemerintah kota akan menyesuaikan seluruh strategi pengelolaan sampah sesuai arahan KLH. "Hal ini untuk memastikan transisi teknologi tidak sampai mengganggu layanan publik, sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

