Farhan Akui Ketimpangan Sosial Bandung Masih Tinggi, Beras SPHP Jadi Perhatian

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui ketimpangan sosial masih tinggi. Beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram menjadi salah satu upaya menj

Farhan Akui Ketimpangan Sosial Bandung Masih Tinggi, Beras SPHP Jadi Perhatian
Muhammad Farhan menyampaikan tantangan pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan penanganan ketimpangan sosial di Kota Bandung.

INILAHKORAN.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung belum sepenuhnya merata. Ketimpangan sosial yang masih cukup tinggi menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Farhan mengatakan, persoalan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka pertumbuhan, tetapi juga kualitas pertumbuhan yang harus mampu dirasakan berbagai lapisan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari dan perubahan pola konsumsi warga.

“Tantangannya adalah pertumbuhan ekonomi yang belum merata, atau kualitas pertumbuhannya masih kurang. Ketimpangan sosial di Kota Bandung juga cukup tinggi,” kata Farhan, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, pemerataan ekonomi perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga daya beli masyarakat. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau, terutama beras yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Farhan menyebut, beras menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Bandung sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Selain beras, tekanan inflasi juga berasal dari harga bahan bakar minyak (BBM), gas dapur, emas perhiasan, serta rokok putih mesin bermerek luar negeri.

Bulog Kendalikan 30 Persen Peredaran beras SPHP

Sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan pangan, Farhan menilai ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) perlu dipastikan tetap terjaga.

Bulog disebut mengendalikan sekitar 30 persen peredaran beras SPHP di Kota Bandung dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.

“Ini yang harus kita hadapi bersama dengan memastikan harga beras SPHP tetap terjangkau. Sebanyak 30 persen peredaran beras SPHP di Kota Bandung dikendalikan oleh Bulog, dengan harga yang tidak boleh lebih dari Rp12.500 per kilogram,” ucapnya.

Selain menjaga stabilitas harga pangan, Farhan menilai pembukaan peluang kerja dan usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Ketersediaan lapangan pekerjaan diharapkan dapat membantu rumah tangga mempertahankan pendapatan di tengah tekanan biaya hidup.

Farhan Dorong Tiga Langkah Jaga Daya Beli

Farhan menyebut terdapat tiga langkah yang perlu diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat Kota Bandung.

Pertama, mendukung program pembangunan tiga juta rumah. Kedua, memastikan rantai pasok bahan pangan berjalan dengan baik dan cepat. Ketiga, menjaga peluang kerja dan usaha tetap terbuka lebar.

Menurut Farhan, langkah tersebut perlu dilakukan secara beriringan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari aktivitas usaha, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Melalui langkah itu, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi pun tidak hanya tercermin dari aktivitas usaha, tetapi juga memberikan dampak terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar dia.


Editor : Ahmad Sayuti