Farhan Sebut Inflasi Bukan Lagi Fokus Utama, Distribusi Pangan Jadi Kunci

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut distribusi pangan menjadi kunci menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

Farhan Sebut Inflasi Bukan Lagi Fokus Utama, Distribusi Pangan Jadi Kunci
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut distribusi pangan menjadi kunci menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.

INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Inflasi bukan lagi menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bandung. Menurutnya, kestabilan harga kebutuhan pokok saat ini lebih banyak ditentukan oleh kelancaran Distribusi Pangan.

"Sebetulnya yang paling penting, kalau Inflasi memang sudah bukan concern utama kita lagi," kata Farhan, Sabtu (12/9/2026).

Farhan menjelaskan, pemerintah kini lebih fokus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan distribusinya ke Kota Bandung berjalan lancar. Menurut dia, ketersediaan barang di pasaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan harga.

"Kalau Inflasi, betul-betul sangat tergantung kepada distribusi. Nah, distribusi ini yang akan kita intervensi terus, memastikan bahwa distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung itu tidak berkurang dan tetap melimpah barangnya," ujarnya.

Ia menilai kondisi Inflasi di Kota Bandung sangat berkaitan dengan pola distribusi barang. Karena itu, intervensi terhadap rantai pasok dinilai lebih penting dibandingkan hanya memantau perubahan harga pada satu komoditas.

"Karena Inflasi di Kota Bandung itu sangat tergantung kepada distribusi," kata Farhan.

Bazar Murah Digelar di 30 Kecamatan

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga membuka akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui Bazar Murah utama.

Kegiatan tersebut digelar selama dua pekan di 30 kecamatan dengan melibatkan Bulog, distributor, pelaku UMKM, serta mitra pasar modern.

Farhan mengatakan sejumlah komoditas dalam bazar dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Rata-rata selisih harga mencapai sekitar 20 persen melalui skema subsidi maupun potongan harga dari distributor dan toko ritel.

"Kalau Bazar Murah, sebetulnya memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan harga yang disubsidi," jelasnya.

Komoditas yang tersedia antara lain Beras SPHP, Minyakita, telur, daging, dan sayuran.

Menurut Farhan, beras, Minyakita, dan telur menjadi komoditas yang paling banyak dicari masyarakat. Telur, khususnya, dinilai menjadi salah satu sumber protein yang relatif terjangkau bagi warga.

"Yang paling banyak dicari beras, Minyakita sama telur. Karena sekarang kebutuhan protein paling penting bagi warga Kota Bandung itu adalah telur, karena harganya paling terjangkau dan distribusinya paling banyak," tuturnya.

Subsidi Harga Tak Bisa Dilakukan Terus-Menerus

Farhan menegaskan, intervensi harga melalui subsidi tidak dapat dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah tetap perlu menjaga pasokan dan memastikan rantai distribusi kebutuhan pokok tidak terganggu.

"Memang kita tidak bisa terus-menerus memberikan harga disubsidi," ujarnya.

Menurut dia, kelancaran distribusi menjadi strategi penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia di pasaran.

Beras Premium Terbatas, SPHP Masih Aman

Terkait ketersediaan beras, Farhan menyebut stok secara umum masih aman. Ia meminta masyarakat membedakan antara kelangkaan beras secara umum dengan keterbatasan pada jenis beras tertentu.

"Apakah beras langka? Tidak. Apakah beras premium langka? Ya," kata Farhan.

Ia menjelaskan, ketersediaan beras premium lebih banyak dipengaruhi mekanisme pasar dan tingginya permintaan. Sementara Beras SPHP berada dalam pengendalian pemerintah sehingga ketersediaannya tetap menjadi perhatian.

"Kalau beras premium, 100 persen mekanisme pasar. Kalau Beras SPHP, itu dikendalikan oleh pemerintah. Itu bedanya," tandasnya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot Bandung menempatkan kelancaran distribusi sebagai salah satu kunci menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga. Bazar Murah menjadi salah satu bentuk intervensi untuk memberikan pilihan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.***


Editor : JakaPermana