Hampir 500 RW di Kota Bandung Kini Punya Sprinkler untuk Antisipasi Kebakaran

Hampir 500 RW di Kota Bandung telah memiliki sprinkler dan toren sebagai antisipasi kebakaran sebelum petugas Damkarmatan tiba.

Hampir 500 RW di Kota Bandung Kini Punya Sprinkler untuk Antisipasi Kebakaran
Petugas Damkarmatan Kota Bandung bersiaga menghadapi risiko kebakaran.

INILAHKORAN.ID-Hampir 500 RW di Kota Bandung kini telah memiliki fasilitas sprinkler sebagai langkah antisipasi kebakaran di lingkungan permukiman.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung memperkuat penanganan awal ketika terjadi kebakaran, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan fasilitas sprinkler saat ini telah tersedia di hampir 30 persen RW di Kota Bandung.

Sistem tersebut dilengkapi toren sebagai sumber air yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.

“Sudah banyak. Hampir 30 persen RW, berarti hampir 500 RW,” kata Farhan, Jumat, 4 September 2026.

Sprinkler RW Dilengkapi toren air

Menurut Farhan, pemasangan sprinkler di tingkat RW menjadi salah satu konsep yang disiapkan Pemerintah Kota Bandung untuk menghadapi risiko kebakaran di kawasan permukiman.

Saat kondisi darurat, air yang tersimpan di dalam toren dapat dipompa menggunakan motor sehingga sprinkler dapat segera digunakan.

“Selain hidran, ada konsep yang namanya sprinkler di RW-RW. Jadi kami menyiapkan satu toren. Ketika terjadi kondisi darurat, air bisa dipompa menggunakan motor dan sprinkler di RW-RW bisa dibuka,” ucapnya.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan penanganan awal apabila muncul api di lingkungan permukiman.

Sumber Air Damkar Tak Hanya Mengandalkan Hidran

Selain memperkuat fasilitas sprinkler, perbaikan hidran juga tetap menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kebakaran di Kota Bandung.

Farhan mengatakan kebutuhan air untuk pemadaman tidak hanya mengandalkan hidran. Petugas dapat memperoleh sumber air dari berbagai titik.

“Pada dasarnya, sekarang air bisa kami dapatkan dari berbagai sumber. Beberapa titik air bahkan kami ambil dari kabupaten,” ujar dia.

Damkarmatan Kota Bandung juga memiliki sejumlah mobil pompa yang dapat membawa sekaligus mendistribusikan air ke lokasi kebakaran.

Ketersediaan berbagai sumber air tersebut dinilai membantu memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi ketika petugas melakukan penanganan kebakaran.

Personel Damkar Bandung Latihan Setiap Jumat

Di sisi lain, kesiapan personel juga terus dijaga melalui latihan rutin.

Farhan mengatakan personel Damkarmatan menjalani latihan setiap Jumat untuk mempertahankan kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat.

Ia mengaku beberapa kali turut meninjau latihan yang dilakukan para personel setelah kegiatan rutin tersebut.

“Personel damkar melakukan latihan rutin setiap hari Jumat. Itu sudah pasti dilakukan. Saya juga beberapa kali meninjau latihan mereka setelah hari Jumat. Alhamdulillah, latihan rutin terus berjalan,” ucapnya.

Latihan rutin tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kemampuan operasional petugas ketika menghadapi situasi kebakaran di lapangan.

Respons Laporan Kebakaran Kurang dari 8 Menit

Selain kesiapan personel dan fasilitas, kecepatan respons menjadi salah satu kekuatan Damkarmatan Kota Bandung.

Farhan menyebut layanan laporan kebakaran melalui nomor 113 memiliki waktu respons kurang dari delapan menit.

Menurutnya, kecepatan tersebut menjadi salah satu indikator kemampuan operasional Damkarmatan Kota Bandung.

Bahkan, performa tersebut disebut terlihat ketika mengikuti Jambore Damkar se-Indonesia di Lampung beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, Damkarmatan Kota Bandung dengan nomor respons laporan 113 memiliki waktu respons kurang dari delapan menit. Itu termasuk salah satu damkar terbaik di Indonesia,” tutur dia.

Peralatan Bukan yang Paling Canggih, tetapi Respons Cepat

Farhan mengakui peralatan Damkarmatan Kota Bandung belum menjadi yang paling canggih di Indonesia.

Namun, menurutnya, kemampuan operasional dan kecepatan merespons laporan menjadi modal penting dalam menghadapi kejadian kebakaran.

“Walaupun harus kami akui tidak memiliki peralatan yang paling canggih di Indonesia, tetapi memiliki daya operasional yang sangat baik,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat penguatan fasilitas di tingkat masyarakat, termasuk sprinkler dan toren air di RW, menjadi bagian penting dalam sistem penanganan kebakaran.

Kabel Listrik Digigit Tupai Picu Korsleting

Farhan juga mengingatkan bahwa kebakaran dapat dipicu oleh kondisi yang tidak terduga.

Ia mencontohkan kejadian kabel listrik telanjang yang sempat digigit tupai hingga memicu korsleting besar ketika hujan.

Kejadian tersebut dapat segera ditangani petugas Damkarmatan.

“Namun, kejadian itu langsung ditangani dan dipadamkan oleh damkar dengan cepat. Alhamdulillah,” tandas dia.

Dengan penguatan fasilitas sprinkler di tingkat RW, kesiapan personel, ketersediaan sumber air, serta respons cepat petugas, Pemerintah Kota Bandung berupaya memperkuat sistem penanganan kebakaran dari tingkat lingkungan hingga petugas di lapangan.***


Editor : JakaPermana