Ojol Lansia Dikeroyok Tiga Orang di Bandung, Alami Luka Berat dan Jari Patah

Ojol lansia korban pengeroyokan di Astanaanyar Bandung mengalami sejumlah luka dan jari kelingking patah hingga harus menjalani perawatan di RS Santosa.

Ojol Lansia Dikeroyok Tiga Orang di Bandung, Alami Luka Berat dan Jari Patah
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Kondisi pengemudi ojek online (ojol) berinisial KI (61), korban pengeroyokan tiga orang di Simpang Jalan Otista-Sudirman, Kota Bandung, mengalami luka cukup parah.

Warga asal Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, tersebut harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Santosa setelah mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan.

Kapolsek Astanaanyar, Kompol Fetrizal mengatakan, berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka pada bagian wajah, tepatnya di pelipis kiri.

Selain itu, darah juga sempat keluar dari lubang hidung sebelah kanan.

Sejumlah bagian tubuh lainnya turut mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis, di antaranya gigi, kaki kiri dan kanan, punggung, serta sendi pundak kanan dan kiri.

"Kondisi korban dalam keadaan sadar. Jari kelingking kiri patah sekarang dirawat di RS Santosa menunggu petunjuk dokter untuk operasinya," kata Fetrizal saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Korban Dikeroyok Saat Antar Penumpang

Sebelumnya diberitakan, KI menjadi korban penganiayaan di kawasan Astanaanyar, Kota Bandung.

Pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) dini hari saat korban tengah mengantarkan seorang penumpang.

Ketika melintas di persimpangan Jalan Otista-Jalan Sudirman, korban sempat berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah.

Setelah lampu berubah hijau, korban kembali melajukan sepeda motornya untuk melanjutkan perjalanan.

Namun, dari arah Jalan Otista terdapat pengendara sepeda motor yang diduga menerobos lampu merah dan hampir bersenggolan dengan kendaraan korban.

"Setelah itu korban berkata 'Heuhh' sehingga menimbulkan perselisihan," ujar Fetrizal.

Korban Dipukul Menggunakan Tongkat Besi

Teguran tersebut kemudian memicu perselisihan.

Pengendara motor yang diduga menerobos lampu merah disebut naik pitam dan meminta korban menepi.

Sesampainya di lokasi, terjadi pemukulan terhadap korban.

"Pelaku mengatakan 'kasisi siah anjing' dan melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan tongkat besi," ucap Fetrizal.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada tubuhnya hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Kondisi korban saat ini masih dalam penanganan dokter di RS Santosa, termasuk menunggu petunjuk medis terkait operasi pada jari kelingking kirinya yang patah.

Tiga Pelaku Ditangkap Polisi

Aksi pemukulan tersebut kemudian diketahui warga sekitar.

Warga yang melihat kejadian langsung melerai dan mengamankan orang-orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.

Tiga pria yang diduga sebagai pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.

Ketiganya masing-masing berinisial RA (23), RG (22), dan AG (29).

Polisi selanjutnya membawa ketiga pria tersebut ke Mapolsek Astanaanyar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus pengeroyokan tersebut kini masih ditangani kepolisian. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku sekaligus mendalami kronologi penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami sejumlah luka dan patah tulang pada jari.***


Editor : JakaPermana