Underpass Gatot Subroto Cimahi Dibangun, Simpang Daeng Jadi Titik Kritis Kemacetan
Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi berdampak pada kepadatan lalu lintas. Simpang Daeng-Cihanjuang-Amir Mahmud menjadi titik kritis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu) di Kota Cimahi berdampak terhadap pola mobilitas kendaraan di sejumlah ruas jalan utama.
Hasil evaluasi terbaru menunjukkan tingkat kepadatan lalu lintas meningkat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Simpang Daeng–Cihanjuang–Amir Mahmud. Pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah di kawasan tersebut memicu antrean panjang akibat perubahan pola lalu lintas yang diterapkan sementara selama pembangunan berlangsung.
Menyikapi kondisi tersebut, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026 Kota Cimahi terus melakukan evaluasi dan penyesuaian untuk mengurai kepadatan tanpa memunculkan titik kemacetan baru di wilayah sekitarnya.
Arus Kendaraan Bertemu di Simpang Daeng
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan kepadatan di Jalan Amir Mahmud dan persimpangan sekitarnya dipicu oleh bertemunya arus kendaraan dari sejumlah jalur.
“Kepadatan yang terjadi di Jalan Amir Mahmud dan persimpangan sekitarnya dipicu oleh pertemuan arus lalu lintas yang berasal dari Jalan Amir Mahmud arah barat, kawasan Kolmas, Babakan, Margamulya, hingga Jalan Daeng,” ungkap Endang, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, volume kendaraan roda dua maupun roda empat yang cukup tinggi di jalur tersebut membuat antrean berpotensi meluas apabila tidak diatur secara optimal.
Karena itu, Forum LLAJ menyepakati sejumlah langkah taktis untuk memperlancar pergerakan kendaraan di kawasan persimpangan.
“Sebagai langkah taktis, Forum LLAJ sepakat untuk mengoptimalkan pengaturan dan penarikan arus di Simpang Daeng–Cihanjuang–Amir Mahmud agar kendaraan dapat bergerak lebih lancar dan tidak menumpuk di persimpangan,” jelasnya.
Counterflow Diterapkan di Underpass Dustira
Selain melakukan pengaturan di Simpang Daeng, pemerintah juga menerapkan skema dua arah atau counterflow di Underpass Dustira.
Skema tersebut diterapkan untuk meningkatkan kapasitas jalan sekaligus menampung beban pengalihan arus yang telah diberlakukan sejak 19 Agustus 2026.
Pengaturan lalu lintas di lapangan turut diperkuat melalui koordinasi antara Dinas Perhubungan Kota Cimahi dan Satlantas Polres Cimahi.
“Kami bersama Satlantas Polres Cimahi memperkuat pengawasan dan pengaturan di lapangan dengan menambah personel di titik-titik rawan, serta menempatkan petugas secara dinamis sesuai kondisi volume kendaraan,” bebernya.
Penempatan personel secara dinamis diharapkan dapat membantu mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama pada periode jam sibuk.
Sarana Keselamatan di Sekitar Proyek Ikut Disorot
Selain mengatur arus kendaraan, Forum LLAJ juga menyoroti aspek keselamatan lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan Underpass Gatsu.
Endang meminta pihak kontraktor segera memperbaiki dan melengkapi berbagai perlengkapan lalu lintas yang rusak, hilang maupun terdampak cuaca dan kondisi lingkungan.
“Ini mencakup penggantian traffic cone yang rusak, tali pembatas oranye yang putus, hingga Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) yang kurang jelas keberadaannya,” sebutnya.
Menurutnya, kelengkapan perlengkapan lalu lintas menjadi penting selama proyek berlangsung karena perubahan pola kendaraan dan kondisi jalan dapat meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Evaluasi Berlangsung Selama Pembangunan Underpass Gatsu
Endang menambahkan, pengaturan lalu lintas di Kota Cimahi akan terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.
Evaluasi dilakukan secara berkala melalui forum lintas sektor yang melibatkan unsur kepolisian, camat, lurah, ketua RW hingga pelaksana proyek.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap perubahan pola arus kendaraan dapat segera direspons apabila menimbulkan kepadatan baru.
“Evaluasi dan koordinasi ini akan terus berjalan selama pembangunan Underpass Gatsu berlangsung untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga dan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama,” tukasnya.***
Editor : JakaPermana

