700 Taman Tersebar di Kota Bandung, Penataan Dilakukan Bertahap Sesuai Anggaran
Kota Bandung memiliki sekitar 700 taman. DPKP menyebut 300 taman berada di bawah kewenangan Pemkot, termasuk 25 taman tematik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Kota Bandung memiliki sekitar 700 taman yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, tidak seluruh taman tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus, mengatakan dari ratusan taman tersebut, sekitar 300 taman berada dalam kewenangan Kota Bandung. Sementara jumlah taman tematik yang dikelola mencapai sekitar 25 taman.
“Taman banyak, dan ada sekitar 25 taman tematik. Terus sisanya ada sekitar 300-an yang ada di kewenangan Kota Bandung. Secara keseluruhan ada 700-an taman di Kota Bandung,” kata Luthfi Firdaus, Jumat, 4 September 2026.
Penataan 700 Taman Dilakukan Bertahap
Menurut Luthfi, banyaknya jumlah taman di Kota Bandung membuat penanganan tidak dapat dilakukan secara bersamaan.
Pemeliharaan maupun penataan taman dilakukan secara bergilir dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing taman serta ketersediaan anggaran pemerintah daerah.
“Iya, disesuaikan dengan kebutuhan sama anggaran, Kang,” ucapnya.
Pada 2026, sejumlah taman mendapatkan program penataan dan pembangunan. Beberapa di antaranya adalah Taman Bugar di Jalan Teuku Umar, Taman Lansia, Taman Gasmin, serta kawasan Taman Tegalega yang mengalami penyesuaian berkaitan dengan koridor Bus Rapid Transit (BRT).
Selain proyek penataan berskala besar, DPKP juga melakukan pemeliharaan terhadap Taman RW dan taman kota berukuran kecil.
Luthfi menyebut sekitar 20 hingga 25 Taman RW dan taman kecil masuk dalam kegiatan pemeliharaan tahun ini.
“Kalau yang besarnya itu ada beberapa taman lainnya. Ada beberapa Taman RW sama taman kota yang kecil. Yang dalam pemeliharaan, ada sekitar 20 sampai 25 Taman RW sama taman kota yang kecil,” ujar dia.
Penataan Taman Tak Hanya Soal Fisik
Luthfi menjelaskan, penataan taman tidak hanya berkaitan dengan pembangunan atau perbaikan fisik.
Kondisi fasilitas, kebutuhan masyarakat, aspek keamanan dan ketertiban, hingga kebersihan menjadi sejumlah pertimbangan dalam menentukan taman yang mendapatkan penanganan.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian DPKP adalah pagar taman.
DPKP Kota Bandung masih melakukan perbaikan terhadap sejumlah pagar taman, termasuk di kawasan Taman Hutan Kota Baksil yang sebagian pagarnya telah mengalami kerusakan dan mulai rapuh.
“Taman Baksil itu ada beberapa yang masih kita betulin. Karena kemarin sebagian sudah rapuh juga. Jadi, mungkin tahun ini nanti kita selesaikan sampai Desember untuk perbaikan pagar Baksil,” tutur dia.
Selain Taman Baksil, penataan Taman Lansia juga masuk dalam agenda pekerjaan tahun ini.
Luthfi mengatakan sejumlah proyek taman ditargetkan mulai dikerjakan pada bulan berikutnya dan diharapkan selesai pada Desember 2026.
“Targetnya nanti Desember, mudah-mudahan semuanya. Mungkin konstruksinya bulan depan sudah mulai,” harapnya.
Anggaran Penataan Taman Capai Miliaran Rupiah
Berdasarkan data kegiatan, sejumlah proyek penataan taman di Kota Bandung memiliki nilai anggaran cukup besar.
Rinciannya antara lain:
Pembangunan Taman Bugar: Rp3,1 miliar
Penataan Taman Tegalega: Rp2,5 miliar
Penataan Taman Gasmin: Rp2,5 miliar
Penataan Taman Hutan Kota Baksil tahap II: Rp2 miliar
Penataan Taman Lansia tahap II: Rp1,5 miliar
Pemeliharaan Taman Lapang Supratman: Rp399 juta
Penataan Taman Kandaga Puspa: Rp289 juta
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung penataan, pembangunan maupun pemeliharaan taman sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
DPKP Minta Warga Ikut Menjaga Taman
Luthfi menilai pengelolaan ratusan taman di Kota Bandung membutuhkan dukungan masyarakat.
Menurutnya, taman yang dibuka sebagai ruang publik dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Warga juga memiliki peran penting dalam menjaga fasilitas yang telah disediakan.
“Saya pikir Pak Wali Kota, Pemerintah Kota Bandung membuka Taman Kota Bandung sebagai ruang publik yang bisa dinikmati warga masyarakat luas,” tutur dia.
Ia mengimbau masyarakat yang mengunjungi taman untuk ikut menjaga sarana dan prasarana, terutama kebersihan.
Persoalan vandalisme juga masih menjadi perhatian karena tindakan tersebut dapat merusak fasilitas publik yang telah dibangun dan ditata menggunakan anggaran pemerintah.
“Tidak bosan-bosannya saya mengimbau agar masyarakat lebih paham menjaga sarana prasarana taman, kebersihan terutama. Termasuk vandalisme yang sekarang masih tetap marak,” ucapnya.
Menurut Luthfi, keberadaan taman merupakan bagian penting dari ruang publik di Kota Bandung.
Karena dapat dinikmati masyarakat secara gratis, keberlangsungan fasilitas taman membutuhkan kepedulian bersama antara pemerintah dan warga.***
Editor : JakaPermana

