Underpass Gatot Subroto Dibangun, Pemkot Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 24 Jam

Pemkot Cimahi menyiapkan rekayasa lalu lintas 24 jam akibat pembangunan Underpass Gatot Subroto dan pemeliharaan Jembatan Pemkot yang menutup jalan total.

Underpass Gatot Subroto Dibangun, Pemkot Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 24 Jam
Lokasi rencana pembangunan Underpass Gatot Subroto. Penutupan jalan total untuk Underpass Gatsu dan perbaikan Jembatan Pemkot, persiapan rekayasa lalu lintas dimatangkan.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota Cimahi tengah mematangkan skema rekayasa lalu lintas menyusul rencana pembangunan Underpass Gatot Subroto serta pemeliharaan Jembatan Pemkot Cimahi yang akan berdampak pada penutupan jalan secara total.

Penutupan jalur tersebut membuat Pemkot Cimahi perlu menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan. Persiapan meliputi pemasangan rambu penunjuk arah, traffic cone, pagar pembatas hingga penempatan petugas di sejumlah titik rawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk menentukan waktu pelaksanaan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.

Menurutnya, pengalihan arus baru dapat diterapkan setelah seluruh persyaratan teknis di lapangan dipastikan siap.

"Nanti rambu-rambu penunjuk arah yang dapat dipindahkan, traffic cone, pagar pembatas, dan perlengkapan lainnya harus terpasang dan siap terlebih dahulu," kata Endang, Kamis (13/8/2026).

Lalu Lintas Akan Diatur 24 Jam

Setelah seluruh perlengkapan jalan terpasang, Dishub Kota Cimahi akan menempatkan personel gabungan di sejumlah persimpangan yang diprediksi menjadi titik kepadatan.

Personel tidak hanya berasal dari Dishub, tetapi juga melibatkan unsur TNI untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan.

Mengingat jalur akan ditutup sepenuhnya, pengaturan lalu lintas direncanakan berlangsung selama 24 jam.

"Mengingat jalur akan tertutup sepenuhnya, pengaturan lalu lintas direncanakan berlangsung selama 24 jam, dengan penempatan petugas yang akan disesuaikan secara dinamis terutama pada masa awal penerapan," jelas Endang.

Petugas Akan Disesuaikan dengan Kondisi Lapangan

Endang mengatakan jumlah personel yang ditempatkan di setiap titik tidak akan bersifat permanen. Pada tahap awal penerapan rekayasa lalu lintas, jumlah petugas kemungkinan akan lebih banyak.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan rute pengalihan yang baru.

"Di tahap awal kemungkinan lebih padat, namun seiring masyarakat mulai terbiasa dengan rute pengalihan, penempatan personel akan disesuaikan kembali," ujarnya.

Menurut Endang, pola tersebut diperlukan agar pengaturan lalu lintas tetap efektif sekaligus memastikan sumber daya petugas digunakan sesuai kebutuhan.

Rute Alternatif Akan Disosialisasikan

Pemkot Cimahi belum menetapkan waktu pasti dimulainya penutupan jalan. Keputusan tersebut masih menunggu kesepakatan teknis antara Dishub Kota Cimahi dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Endang memastikan masyarakat akan mendapatkan informasi mengenai rute alternatif sebelum penutupan diberlakukan.

"Untuk jadwal pasti dimulainya penutupan dan pengalihan arus akan diumumkan setelah kesepakatan teknis dan waktu pelaksanaan tercapai bersama Dinas Bina Marga Provinsi, dengan jaminan informasi rute alternatif akan disebarluaskan kepada masyarakat sebelum diberlakukan," pungkasnya.

Dengan persiapan tersebut, Pemkot Cimahi berharap pembangunan Underpass Gatot Subroto dan pemeliharaan Jembatan Pemkot dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang berkepanjangan bagi masyarakat.***


Editor : JakaPermana