Bupati Bogor Diminta Buka Seleksi Direksi Baru Tirta Kahuripan Secara Kompetitif

Bupati Bogor diminta membuka seleksi Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan secara terbuka, profesional, dan kompetitif menjelang berakhirnya periode 2021-2

Bupati Bogor Diminta Buka Seleksi Direksi Baru Tirta Kahuripan Secara Kompetitif
Ibnu Sakti Mubarok, kader Partai Demokrat Kabupaten Bogor sekaligus Kepala BPOKK DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

INILAHKORAN.ID - Menjelang berakhirnya periode jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor 2021-2026, Bupati Bogor diminta segera menyiapkan proses seleksi direksi baru secara terbuka, profesional, dan kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Ibnu Sakti Mubarok, kader Partai Demokrat Kabupaten Bogor sekaligus Kepala BPOKK DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

Ibnu mengatakan, Pemkab Bogor perlu menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan proses seleksi sejak sekarang. Menurut dia, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan merupakan salah satu BUMD yang memiliki peran penting dalam pelayanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mencatat 244.675 sambungan pelanggan per 31 Desember 2025, dengan cakupan pelayanan administratif 12,85 persen dan cakupan teknis 32,11 persen.

“Jangan mencari orang yang sudah dikenal, tetapi cari orang yang memang layak,” kata Ibnu Sakti Mubarok.

Ia meminta Bupati Bogor tidak menutup ruang bagi kandidat baru dalam proses seleksi direksi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

“Kabupaten Bogor ini penduduknya banyak, wilayahnya luas, profesionalnya juga banyak. Masa untuk mengelola perusahaan sebesar Tirta Kahuripan kita hanya melihat orang-orang yang itu lagi, itu lagi? Oleh karena itu, kandidat internal maupun eksternal harus mendapatkan kesempatan berdasarkan kompetensi dan persyaratan yang berlaku dan kalau direksi lama memang punya kemampuan dan memenuhi syarat, silakan ikut, tetapi jangan otomatis merasa kursinya sudah menjadi miliknya," ujarnya.

Menurut Ibnu, seleksi direksi harus mengutamakan kompetensi, integritas, pengalaman, dan kemampuan untuk membuat perusahaan semakin profesional.

Ia juga meminta Bupati Bogor tidak menutup diri terhadap calon direksi dari berbagai latar belakang. Menurutnya, semakin banyak kandidat kompeten yang mengikuti seleksi, semakin terbuka pula kesempatan untuk mendapatkan calon direksi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

"Yang harus ditakutkan bukan banyaknya calon, tetapi kalau calon terbaik tidak diberi kesempatan," lanjutnya.


Editor : Ahmad Sayuti