Persija vs Persib di GBK, Farhan Sebut Kehadiran Bobotoh Jadi Sejarah Penting
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebutkan kehadiran Bobotoh di GBK bakal jadi sejarah penting saat laga Persija vs Persib nanti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan buka suara terkait peluang Bobotoh yang hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta saat Persija menjamu Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027, Sabtu (12/9/2026).
Peluang itu, muncul setelah PSSI melalui Sekretaris Jenderal menyatakan mengundang Bobotoh hadir di GBK. PT Liga juga, disebut telah memberikan jaminan terkait aspek keamanan selama pertandingan berlangsung.
Farhan menilai, kehadiran Bobotoh di Jakarta dapat menjadi momentum penting dalam perkembangan sepak bola nasional. Pertandingan Persija kontra Persib tidak hanya berkaitan dengan persaingan dua klub, tetapi juga menjadi kesempatan menunjukkan kedewasaan suporter.
“PSSI melalui Sekretaris Jenderal sudah menyatakan mengundang Bobotoh untuk datang ke GBK. PT Liga juga menjamin keamanan di GBK. Maka insya Allah kita akan menjajaki kemungkinan Bobotoh bisa berangkat ke GBK,” kata Farhan, Rabu (9/9/2026).
Dia menyebut, GBK selama ini seolah memiliki kesan angker bagi Bobotoh. Namun dia mengingatkan, Maung Bandung pernah meraih gelar juara di stadion kebanggaan Indonesia itu pada Piala Presiden 2015.
Farhan menilai, kembalinya Bobotoh ke GBK dalam pertandingan Liga menjadi simbol perubahan dalam kultur sepak bola Indonesia. Kesempatan itu, diharapkan dapat menunjukkan apabila rivalitas tetap bisa berjalan beriringan dengan sikap dewasa dari para pendukung.
“Saya kira ini sejarah yang sangat penting, karena selama ini seakan-akan GBK itu angker. Walaupun terakhir pada 2015 kita berhasil menjadi juara di GBK. Dalam konteks Liga, datang ke GBK lagi sebagai Bobotoh merupakan sebuah pengakuan bahwa sepak bola Indonesia sudah semakin dewasa dan matang,” ucapnya.
Menurutnya, hubungan antara pendukung Persib dan Persija juga tidak selalu berada dalam suasana permusuhan. Dia mengaku, memiliki hubungan pribadi dengan sejumlah pendukung Persija dan melihat adanya peluang membangun contoh rivalitas yang lebih sehat.
“Selama ini secara pribadi, kita bersama para pendukung Persija punya hubungan-hubungan pribadi tertentu yang tidak pernah bermusuhan. Makanya kita mau memberikan contoh, ini salah satu hal yang terbaik,” ujar dia.
Farhan juga mengingatkan, Kota Bandung sebelumnya telah menerima kedatangan suporter dari daerah lain. Pendukung Arema sempat datang ke Kota Bandung pada tahun lalu, kemudian pendukung PSM Makassar juga mendapat tempat saat berkunjung ke Kota Bandung.
Meski membuka peluang Bobotoh berangkat ke Jakarta, dia menegaskan aspek keamanan tetap menjadi perhatian. Pihaknya mengaku, belum mengetahui secara pasti seperti apa pola pengamanan yang akan diterapkan di SUGBK saat pertandingan Persija melawan Persib.
“Kalau pengamanan pasti. Saya tidak terbayang bagaimana pengamanan di GBK nanti. Dulu saja terakhir pada 2015, yang memimpin komando pengamanan langsung pak Kapolda Metro Jaya yang sekarang menjadi Menteri Dalam Negeri Pak Tito,” jelasnya.
Farhan belum memastikan, apakah akan menyaksikan langsung pertandingan di GBK. Dia mengatakan, masih mempertimbangkan situasi di lokasi dan berencana berkomunikasi lebih dulu dengan Sekretaris Jenderal PSSI sebelum mengambil keputusan.
“Nobar pasti. Tapi saya juga sedang menghitung apakah saya perlu datang ke sana atau tidak. Sepertinya ramai. Nanti saya ngobrol dulu dengan Sekjen PSSI,” ujar dia.
Persija dan Persib sama-sama mengawali kompetisi dengan kemenangan, sehingga duel pada pekan kedua diperkirakan berlangsung ketat. Farhan pun memberikan dukungan penuh kepada Persib, dan optimistis tim berjuluk Maung Bandung itu mampu meraih hasil maksimal di kandang Persija.
“Menang dong 2-0. Kalau meramal harus yakin. Bismillah,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

