Farhan Pastikan Pembangunan Halte BRT di Tengah Jalan Kota Bandung Dikebut

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, pembangunan halte bus rapid transit (BRT) di tengah koridor jalan di sejumlah titik bakal memicu kemacetan.

Farhan Pastikan Pembangunan Halte BRT di Tengah Jalan Kota Bandung Dikebut

INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengakui, pembangunan Halte bus rapid transit (BRT) di tengah koridor jalan di sejumlah titik bakal memicu kemacetan. Rekayasa lalu lintas, disiapkan agar gangguan selama pengerjaan bisa diminimalkan.

Dia mengatakan, kemacetan tidak sepenuhnya bisa dihindari saat pembangunan berlangsung di area jalan yang digunakan masyarakat. Namun kondisi itu hanya bersifat sementara, karena pengerjaan halte ditargetkan rampung paling lama dalam waktu dua minggu.

"Ini hanya bersifat sementara dan pengerjaannya akan cepat. Menurut kabar, paling lama memakan waktu dua minggu. Setelah itu lalu lintas akan lancar, persis seperti yang di Jalan Jakarta," kata Farhan. Jumat (11/9/2026).

Dia mengaku, terus berkoordinasi mengenai pola pengaturan lalu lintas selama pengerjaan halte. Langkah itu dinilai penting, agar aktivitas konstruksi tidak menyebabkan kemacetan yang berkepanjangan di sekitar titik pembangunan.

"Jadi, saya sedang berkoordinasi mengenai bagaimana cara meminimalkan kemacetan agar pengerjaannya tidak menimbulkan kemacetan," ucapnya.

Farhan menyebut, Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan pengaturan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung. Rekayasa lalu lintas, akan disesuaikan dengan kondisi di setiap lokasi karena pembangunan Halte berada di tengah koridor jalan.

"Kalau dari Dishub, bagaimanapun juga kami akan mengatur sedemikian rupa. Kemacetan memang tidak terhindarkan. Ketika ada pengerjaan di pinggir atau tengah jalan, pasti macet," ujar dia.

Pengaturan lalu lintas lanjut Farhan, akan dilakukan sejak pagi hingga malam. Personel juga disiapkan di setiap titik pembangunan, agar arus kendaraan tetap dapat dikendalikan selama proses konstruksi.

"Maka dari itu, pengaturan akan dilakukan sepagi mungkin sampai semalam mungkin. Harusnya nanti akan ada petugas di setiap titik, saya akan atur sedemikian rupa," tuturnya.

Selain mengantisipasi kemacetan, dia meminta pihak BRT memperluas sosialisasi kepada masyarakat. Informasi mengenai pembangunan, dinilai penting agar warga mengetahui kondisi di lapangan dan bisa menyesuaikan perjalanan selama pekerjaan berlangsung.

"Betul. Itu sebabnya saya meminta pihak BRT melakukan sosialisasi lebih masif ke seluruh warga. Karena yang tahu teknis pengerjaannya adalah BRT," ujar dia.

Farhan juga meminta, sosialisasi menyasar pengelola parkir dan pedagang di sekitar lokasi pembangunan. Kelompok yang beraktivitas di sekitar halte, dinilai perlu mendapat informasi lebih awal mengenai pekerjaan dan dampaknya terhadap akses jalan.

"Ini yang terus kami lakukan untuk menekan BRT agar memberikan sosialisasi yang lebih luas, termasuk sosialisasi kepada pengelola parkir dan para pedagang," jelasnya.

Dia menegaskan, gangguan lalu lintas akibat pembangunan Halte hanya berlangsung selama masa konstruksi. Dengan target pengerjaan maksimal dua minggu dan pengaturan arus kendaraan secara intensif, kondisi lalu lintas diharapkan kembali lancar setelah halte selesai dibangun.***


Editor : JakaPermana