Wali Kota Bandung Akui BRT Masih Dipersepsikan Negatif, Target Rampung September 2027
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui pembangunan BRT masih dipersepsikan negatif akibat kemacetan. Proyek ditargetkan rampung September 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Kota Bandung masih mendapat sorotan dari masyarakat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui proyek tersebut hingga kini masih dipersepsikan negatif oleh sebagian warga, terutama akibat kemacetan dan kondisi pekerjaan di sejumlah titik.
Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung telah menerima laporan tertulis terkait hasil pengecekan pembangunan BRT. Keluhan mengenai kemacetan akibat pengerjaan proyek bahkan telah terdeteksi sejak 14 Agustus 2026.
“Sekarang terus terang mohon maaf sekali, BRT ini masih dipersepsikan dengan sangat negatif di mata warga Bandung,” kata Farhan, Jumat (21/8/2026).
Menurut Farhan, kondisi pembangunan di sejumlah lokasi memang masih menjadi perhatian. Salah satu alasan yang disampaikan kontraktor terkait kondisi pekerjaan yang dinilai berantakan adalah adanya pencurian kerangka besi.
Namun, Farhan menegaskan alasan tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran untuk mengabaikan kualitas pembangunan maupun dampaknya terhadap masyarakat.
“Tetapi buat saya itu bukan alasan. Yang paling penting adalah bagaimana BRT ini harus betul-betul membuktikan bersama-sama bahwa BRT memberikan manfaat untuk warga Bandung,” ujarnya.
Pemkot Bandung Benahi Pembangunan BRT
Farhan memastikan Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memperbaiki proses perencanaan, pembangunan hingga nantinya BRT dimanfaatkan masyarakat.
Ia menegaskan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang selesai, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan warga Kota Bandung.
“Untuk itu saya berkomitmen sebagai wali kota untuk bekerja keras bersama-sama dengan pihak BRT, memastikan proses perencanaan, pembangunan dan pemanfaatan BRT ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi seluruh warga Kota Bandung,” katanya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama saat ini adalah kemacetan akibat pekerjaan konstruksi BRT.
Farhan menyebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menjadi leading sector dalam penanganan persoalan tersebut.
“Beberapa jalur trotoar sedang dibereskan. Yang paling menantang adalah bagian yang membuat kemacetan,” jelasnya.
Pekerjaan konstruksi juga dilakukan pada sejumlah median jalan. Karena itu, Farhan meminta pelaksana proyek mempercepat pekerjaan dengan tetap menjaga kerapian serta keselamatan pengguna jalan.
“Jangan sampai pengerjaan ini membuat kemacetan. Saya mohon maaf sekali karena pekerjaan ini menimbulkan kemacetan. Tetapi saya akan memastikan pengerjaannya dilakukan dengan cepat, rapi dan tidak menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.
BRT Bandung Ditargetkan Rampung September 2027
Farhan menyebut pembangunan BRT Kota Bandung diproyeksikan berlangsung selama sekitar dua tahun. Seluruh rangkaian pembangunan ditargetkan rampung pada September 2027.
Setelah pembangunan selesai, BRT diharapkan dapat beroperasi secara penuh tanpa kembali terganggu oleh pekerjaan konstruksi tambahan.
Pemkot Bandung juga meminta masyarakat ikut mengawasi jalannya pembangunan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kemacetan, kondisi pembangunan yang tidak aman, maupun persoalan lain di lapangan.
“Pokoknya begini saja, kalau ada kemacetan atau hal-hal yang tidak memuaskan laporkan segera. Bisa melalui 112 atau melalui media sosial,” tutur Farhan.
Ia bahkan menyebut masyarakat sebagai “mata-mata” pemerintah untuk membantu memastikan pembangunan BRT berjalan sesuai dengan harapan.
“Teman-teman silakan mengawasi. Kita akan bersama-sama merespons berbagai macam kekurangan yang ada. Selama ini kami juga membutuhkan banyak sekali bantuan dari masyarakat, untuk menjadi dalam tanda kutip 'mata-mata' kami untuk betul-betul memastikan bahwa pembangunan BRT ini memberikan manfaat untuk semua orang,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

