Depo BRT Cicaheum Dibangun, Trayek Angkot Dipastikan Tak Pindah ke Antapani
Aktivitas angkutan kota (angkot) di kawasan Terminal Cicaheum dipastikan tetap berjalan meski pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) berlangsung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Aktivitas angkutan kota (angkot) di kawasan Terminal Cicaheum dipastikan tetap berjalan meski pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) berlangsung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memastikan trayek angkot tidak akan dialihkan ke Terminal Antapani selama pembangunan depo BRT Cicaheum.
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, rencana pengaturan angkot telah dikomunikasikan dengan sejumlah koperasi yang beroperasi di kawasan Cicaheum.
Komunikasi dilakukan agar pembangunan depo tidak mengganggu aktivitas angkutan umum yang selama ini melayani masyarakat.
"Untuk angkot sudah kami komunikasikan. Kita juga harus menampung aspirasi dari koperasi angkot. Ada Kopamas, Kobanter dan Kobutri," kata Rasdian Setiadi, Rabu (2/9/2026).
Trayek Angkot Tetap di Cicaheum
Rasdian menjelaskan, salah satu koperasi angkot yang beroperasi di lokasi pembangunan depo adalah Kobanter.
Dishub Kota Bandung telah menyampaikan informasi terkait pengaturan kawasan sekaligus memastikan trayek angkot tetap berada di Cicaheum.
"Kita sudah memberikan informasi kepada koperasi angkot, bahwa nanti trayeknya tidak akan digeser ke Antapani dan tetap berada di lokasi semula," ucapnya.
Menurut Rasdian, pengalihan angkot ke Terminal Antapani akan menimbulkan konsekuensi terhadap trayek yang sudah berjalan.
Perubahan tersebut membutuhkan penambahan rute dan jarak tempuh serta proses penyesuaian trayek yang tidak dapat dilakukan secara singkat.
"Kalau pindah ke Antapani, ada kewajiban menambah rute dan jarak tempuh serta mengubah trayek. Prosesnya juga cukup lama," ujar dia.
Dishub Siapkan Jalur Angkot di Kawasan Depo
Di tengah pembangunan depo BRT, Dishub Kota Bandung juga menyiapkan pengaturan pergerakan angkot agar kendaraan tetap dapat melayani penumpang.
Pihaknya telah memberikan denah dan gambaran lokasi kepada koperasi angkot sebagai acuan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
"Kami juga sudah memberikan denah dan gambaran lokasinya, sehingga aktivitas angkot tidak terganggu oleh pekerjaan pembangunan," jelasnya.
Setelah depo BRT selesai dibangun dan mulai beroperasi, angkot juga tetap diperbolehkan beraktivitas di kawasan Cicaheum.
Angkot nantinya akan menurunkan penumpang di area yang telah disediakan, kemudian melakukan perputaran di sekitar kawasan tersebut.
Rasdian menuturkan, jalur selebar 2,5 meter disiapkan di belakang area depo. Jalur tersebut akan menjadi akses angkot agar tetap dapat masuk dan melakukan perputaran di sekitar terminal serta depo BRT.
"Iya. Angkot hanya menurunkan penumpang di area tersebut, kemudian berputar di sekitar lokasi. Sudah disepakati akan disediakan jalur selebar 2,5 meter di belakang area depo," ujar dia.
Angkot dan BRT Tetap Berdampingan
Dengan skema tersebut, pembangunan depo BRT diharapkan dapat terus berjalan tanpa menghilangkan akses angkot yang selama ini melayani masyarakat di Cicaheum.
Pengaturan jalur juga diarahkan agar pergerakan angkot dan layanan BRT dapat berlangsung berdampingan tanpa mengganggu aktivitas transportasi umum.
Dishub Kota Bandung juga telah melakukan penyesuaian terhadap posisi bus BRT selama proses pembangunan depo.
Rasdian mengatakan, bus BRT telah dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh agar pekerjaan konstruksi tidak menghambat mobilitas angkot maupun aktivitas transportasi lainnya di kawasan Cicaheum.
"Bus BRT juga sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh," tandasnya.
Dengan pengaturan tersebut, keberadaan depo BRT diharapkan tidak mengganggu layanan angkot sekaligus tetap memberikan ruang bagi pengembangan sistem transportasi umum di kawasan Cicaheum.***
Editor : JakaPermana

