Viral Tembak Harga Rp600 Ribu, Pengelola Rumah Pengabdi Setan Sebut Bukan Pungli

Pengelola rumah pengabdi setan angkat bicara soal tarif Rp600 ribu ke wisatawan asing.

Viral Tembak Harga Rp600 Ribu, Pengelola Rumah Pengabdi Setan Sebut Bukan Pungli
Pengelola wisata Rumah Pengabdi Setan klarifikasi soal tarif Rp600 ribu/Instagram

INILAHKORAN.ID - Pengelola objek wisata Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan, Bandung, akhirnya memberikan klarifikasi resmi menyusul viralnya video dugaan penembakan tarif hingga Rp600 ribu terhadap wisatawan asal Malaysia. 

Pengelola menegaskan bahwa nominal tersebut bukanlah pungutan liar (pungli) dadakan, melainkan penyesuaian tarif untuk pembuatan konten komersial.

​Pengelola Rumah Pengabdi Setan, Asep Subarna, menjelaskan bahwa skema pembayaran untuk pengunjung biasa dan pembuat konten memang berbeda. 

"Pada dasarnya ada perbedaan tarif antara tiket masuk biasa dengan izin penggunaan untuk konten komersial," ujar Asep dikutip dari Instagram @rumahpengabdisetan, Rabu 2 September 2026.

​Asep menegaskan bahwa besaran biaya tersebut sudah aturan lama dan bukan hal baru yang dibuat secara sepihak di lokasi. 

"Sebagai informasi, kebijakan penyesuaian tarif untuk kegiatan liputan atau konten komersial sudah dari 2019 disepakati konten kreator terdahulu, bukan tarif mendadak," tegasnya.

​Meski demikian, pihak pengelola menyadari adanya kelemahan sistem penyampaian informasi di area wisata hingga memicu kegaduhan publik. 

"Kami akui informasi aturan ini belum tersampaikan di lapangan sehingga membuat bingung pengunjung," ungkap Asep.

​Sebagai langkah perbaikan dan pembenahan pelayanan, pihak pengelola berjanji akan segera memperjelas regulasi serta rincian biaya di area lokasi. 

"Kedepannya rincian harga dan aturan akan dipasang secara transparan di lokasi," tutup Asep.


Editor : Firda Rachmawati