Mayoritas Korban Keracunan Resto Korea Paskal Bandung Mengaku Alami Diare Parah
Gelombang keluhan keracunan makanan di resto Korea 23 Paskal Bandung memuncak. Sebagian besar korban mengalami diare parah hingga harus dirawat di rumah sakit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan keracunan makanan massal usai menyantap hidangan di resto Korea baru, 88 Seoul, di Mal 23 Paskal Bandung terus bergulir di platform Threads.
Dari sekian banyak pengakuan pelanggan, diare parah menjadi gejala dominan yang dialami para korban, bahkan tidak sedikit yang harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga menjalani rawat inap di rumah sakit.
Keluhan ini berdatangan dari pengunjung yang menyantap makanan pada kurun waktu Jumat, 2 Oktober hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.
Akun @soniadestrie menceritakan pengalamannya usai makan pada Jumat (2/10/2026). Setelah mengalami mual dan muntah pada Sabtu pagi, ia diserang diare berhari-hari hingga harus dilarikan ke IGD rumah sakit di Cirebon pada Minggu siang (4/10/2026).
Akun @byerisk mengaku mengalami diare setiap 10 hingga 15 menit sekali yang disertai demam tinggi dan menggigil. Sementara itu, akun @wickhaemstriae yang tengah mengalami kehamilan trimester pertama melaporkan bahwa ia dan suaminya mengalami diare selama dua hari, bahkan sang suami harus diinfus karena demam mencapai 39°C
Pengguna @nittachandra mengungkapkan diarenya berlanjut hingga 15 kali disertai demam yang naik-turun. Begitu pula akun @raffaniaadisti dan @arlaghnaa yang mengaku terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit akibat diare dan perut melilit hebat.
Pengguna @ericktirta serta @fenti_mar menyampaikan bahwa seluruh anggota keluarga dan rekan makan mereka kompak mengalami diare, demam, dan muntah setelah menyantap set menu hidangan di restoran tersebut.
Korban Desak Investigasi dan Pertanggungjawaban Pihak Restoran
Melihat banyaknya jumlah pelanggan yang mengalami diare parah dan muntaber secara bersamaan, para korban mendesak pihak manajemen 88 Seoul serta pengelola mall untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kebersihan bahan baku dan proses penyajian makanan.
Editor : Firda Rachmawati

