139 Warga Karawang Keracunan, Bupati Aep Minta Pindo Deli Terbuka
Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta investigasi kasus keracunan 139 warga Ciampel. DLH menduga reaksi bahan kimia TCCA di PT Pindo Deli menjadi pemicu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus keracunan yang berdampak terhadap 139 warga Desa Kutamekar dan Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, mendapat perhatian serius Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Ia menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan investigasi bersama kepolisian guna mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Aep juga meminta manajemen perusahaan bersikap terbuka kepada penyidik agar penyebab insiden yang berdampak terhadap ratusan warga itu dapat diketahui secara menyeluruh.
“Saya sudah menugaskan DLH agar melakukan investigasi dan kerja bareng dengan kepolisian untuk mencari tahu penyebab banyak warga bisa keracunan. Selain itu, kami juga masih menunggu hasil pengecekan dari DLH dan Polresta Karawang,” kata Aep, Selasa (3/11/2026).
Menurut Aep, sejak kasus keracunan yang dialami warga Desa Kutamekar dan Kutanegara terjadi, dirinya menerima banyak pesan singkat maupun telepon dari masyarakat yang menanyakan perkembangan penanganan insiden tersebut.
Ia memastikan petugas DLH telah ditugaskan untuk turun langsung melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab kejadian.
“Saya masih menunggu hasil dari penyidikan petugas dinas DLH. Karena ini membutuhkan laporan hasil pemeriksaan ilmiah di laboratorium,” katanya.
Aep berharap penyebab keracunan yang menimpa warga di dua desa Kecamatan Ciampel tersebut segera terungkap. Ia juga meminta manajemen PT Pindo Deli lebih berhati-hati dalam menangani dan menempatkan bahan kimia agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Ini harus jadi pelajaran semua pihak, apalagi menaruh barang yang mengandung zat kimia, harus hati-hati,” ujarnya.
DLH Temukan Dugaan Pemicu pencemaran udara
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Karawang Luki Mantera Dewi Putra Romly mengatakan, hasil pemeriksaan tim DLH menemukan sejumlah fakta yang diduga menjadi pemicu insiden pencemaran udara akibat dekomposisi bahan kimia di area PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2.
Salah satu temuan penting adalah penempatan bahan kimia Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) berbentuk serbuk atau powder di area terbuka tanpa dilengkapi atap pelindung.
“Harusnya ditutup terpal hingga udara tidak menyebar,” kata Luki.
Ia menjelaskan, reaksi kimia tersebut terjadi di area pre-loading gudang finished goods, yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara produk sebelum dikirim kepada pelanggan.
Namun, hujan yang turun secara mendadak diduga membasahi bahan kimia tersebut sehingga memicu terjadinya reaksi kimia.
Temuan tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan DLH untuk mengungkap penyebab insiden yang berdampak terhadap 139 warga di Desa Kutamekar dan Kutanegara.
Editor : Ahmad Sayuti

