DLH Cimahi Kerahkan Tim Tangkas Jagawana, Pohon Rawan Tumbang Dipantau Setiap Hari
DLH Kota Cimahi meningkatkan pemantauan pohon menjelang musim hujan melalui tim Tangkas Jagawana. Warga diminta mewaspadai pohon miring, batang keropos.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Menjelang puncak musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi meningkatkan intensitas pemantauan kondisi pepohonan di kawasan permukiman dan ruang terbuka publik.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga maupun merusak fasilitas umum.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, menjelaskan pemantauan dilakukan setiap hari oleh tim khusus bernama Tangkas Jagawana.
Tim tersebut berkeliling memeriksa pohon-pohon yang dinilai berisiko dengan menggunakan standar penilaian Indeks Kesehatan Pohon (IKP). Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan penanganan, mulai dari pemangkasan hingga penebangan.
"Setiap hari, tim ini berkeliling meninjau pohon-pohon yang dinilai berisiko, dengan menggunakan standar penilaian Indeks Kesehatan Pohon (IKP) sebagai dasar objektif untuk menentukan tindakan yang paling tepat, apakah cukup dipangkas atau harus ditebang," kata Agus, Selasa (3/11/2026).
Pohon Tumbang di KPAD Sriwijaya Jadi Peringatan
Agus menyebutkan, kejadian pohon tumbang di Kompleks KPAD Sriwijaya, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, pada Sabtu (24/10/2026), menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi pohon secara menyeluruh.
Saat itu, sebuah pohon besar yang diperkirakan berusia lebih dari 25 tahun tiba-tiba roboh meskipun tidak sedang turun hujan maupun bertiup angin kencang.
"Beruntung, arah robohnya tidak mengenai bangunan sehingga tidak ada korban jiwa maupun kerugian harta benda," ungkapnya.
Dari peristiwa tersebut, menurut Agus, terdapat hal yang perlu diwaspadai masyarakat. Kerusakan pada sistem akar dan bagian dalam batang pohon bisa terjadi tanpa menunjukkan tanda yang jelas dari luar.
Salah satu dugaan penyebab robohnya pohon tersebut adalah aktivitas pembakaran sampah di sekitar pangkal pohon yang dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun. Kebiasaan itu diduga perlahan merusak jaringan akar dan mengurangi kekuatan batang.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan Indeks Kesehatan Pohon, penanganan dilakukan secara bertahap," sebutnya.
Pohon Berisiko Dipangkas hingga Ditebang
Agus menjelaskan, penanganan pohon dilakukan berdasarkan tingkat kesehatan dan potensi bahayanya.
Pohon yang masih sehat tetapi memiliki tajuk terlalu rimbun akan dipangkas atau dilakukan topping untuk mengurangi beban angin pada bagian atas.
Sementara itu, pohon yang kondisinya sudah membahayakan, seperti terlihat miring, batang keropos, atau mengalami kerusakan akar, akan ditangani melalui penebangan terencana.
DLH Cimahi juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keselamatan lingkungan dengan memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah maupun fasilitas umum.
"Kami mengimbau masyarakat untuk turut aktif berperan serta dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar. Jika menemukan pohon yang terlihat miring, batangnya berlubang besar, atau cabang besar yang mengancam bangunan dan jalan, segera laporkan kepada petugas," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

