DLH Cimahi Siagakan Petugas dan Tempat Sampah, Antisipasi Lonjakan Sampah Malam Pergantian Tahun

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi telah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah penumpukan sampah di jalan protokol dan pusat keramaian selama perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. 

DLH Cimahi Siagakan Petugas dan Tempat Sampah, Antisipasi Lonjakan Sampah Malam Pergantian Tahun
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi telah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah penumpukan sampah di jalan protokol dan pusat keramaian selama perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. 

INILAHKORAN.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi telah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah penumpukan sampah di jalan protokol dan pusat keramaian selama perayaan malam pergantian tahun Baru 2026. 

Pihaknya memprediksi bakal terjadi sedikit kenaikan volume sampah dan siap mengantisipasinya dengan berbagai langkah.
 
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, petugas bakal ditempatkan untuk menyisir dan mengawal kebersihan di lokasi-lokasi strategis seperti Alun-alun Cimahi serta jalan-jalan protokol kota.
 
"Nanti ada petugas untuk mengawal di pusat keramaian seperti Alun-alun Cimahi dan jalan-jalan protokol," kata Chanifah, Rabu 30 Desember 2025.
 
Selain mendatangkan petugas, lanjut Chanifah, DLH juga memastikan ketersediaan kantong sampah di area keramaian. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
 
"Kita sudah siapkan fasilitasnya, tinggal kita sama-sama jaga saja," tambahnya.
 
Untuk mengurangi timbulan sampah, pihaknya juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat agar menggunakan dekorasi serta atribut yang minim sampah, menghindari plastik sekali pakai, dan memilih material yang dapat digunakan kembali. 

"Semua acara perayaan wajib diadakan dengan konsep "less waste event" atau acara dengan sampah minimal," tegasnya.
 
Chanifah menjelaskan, pemilahan sampah menjadi kunci penting untuk mengantisipasi lonjakan jumlah sampah. Ia juga mengimbau penggunaan alat makan, minum, dan tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.
 
"Itu penting sekali untuk mengantisipasi lonjakan jumlah timbulan sampah. Kemudian diimbau juga untuk menggunakan alat makan dan minum, serta tas belanja yang dapat digunakan secara berulang," tegasnya.
 
Tak cuma itu, sebut Chanifah, fasilitas penampungan sampah terpilah juga telah disiapkan di berbagai lokasi, mulai dari tempat ibadah, objek wisata, titik istirahat seperti SPBU, rumah makan, dan rest area. 

"Penampungan tersebut akan dibagi menjadi kategori khusus untuk sampah sisa makanan, kemasan plastik, masker, serta sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan," jelasnya.
 
Meskipun diprediksi ada kenaikan volume sampah, DLH berharap angka tersebut tidak terlalu melonjak sehingga tidak membebani pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
 
"Biasanya memang ada kenaikan, tapi tetap kita upayakan untuk ada pengendalian supaya tidak menumpuk," tandasnya. *** 


Editor : JakaPermana