Jonggol dalam Sejarah Kabupaten Bogor Timur, Jalur Penting Sejak Masa Kawedanan
Jonggol dikenal sebagai kawasan strategis karena posisinya yang menjadi penghubung penting sejak Kawedanan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jonggol merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor Timur, Provinsi Jawa Barat.
Jonggol dikenal sebagai kawasan strategis karena posisinya yang menjadi penghubung penting antara Bogor, Jakarta, dan Bekasi dengan wilayah Cianjur, Karawang, Purwakarta, bahkan Bandung.
Namun sebelum dikenal sebagai kecamatan seperti saat ini, Jonggol memiliki perjalanan sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan wilayah di timur Jawa Barat.
Pada masa sebelum tahun 1990-an, Jonggol tercatat sebagai kecamatan terbesar di wilayah timur Kabupaten Bogor.
Bahkan jauh sebelumnya, Jonggol berstatus sebagai sebuah distrik atau kawedanan, yakni wilayah administratif setingkat di bawah kabupaten yang memiliki peran strategis dalam tata pemerintahan pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan.
Wilayah Kawedanan Jonggol pada masa lalu sangat luas. Kawasan ini mencakup daerah yang kini terbagi ke dalam beberapa wilayah administratif berbeda.
Di Kabupaten Bogor, wilayah eks Kawedanan Jonggol meliputi Jonggol, Cileungsi, Gunung Putri, Cariu, Klapanunggal, Sukamakmur, dan Tanjungsari. Sementara sebagian wilayah lainnya kini masuk ke Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, seperti Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, dan Jatisampurna.
Tak hanya itu, bekas wilayah Kawedanan Jonggol juga mencakup Cimanggis yang kini berada di Kota Depok, serta Tegalwaru dan Pangkalan yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Karawang. Luasnya cakupan wilayah tersebut menunjukkan bahwa Jonggol pernah menjadi pusat administratif yang sangat berpengaruh di kawasan timur Jawa Barat.
Status Kawedanan Jonggol kemudian resmi dihapuskan pada tahun 1963 melalui Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 1963. Setelah penghapusan tersebut, sebagian besar wilayahnya dimasukkan ke dalam Kabupaten Bogor, sementara wilayah lainnya dialihkan ke Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Sejak saat itu, Jonggol berkembang sebagai kecamatan dalam struktur pemerintahan Kabupaten Bogor.
sejarah Jonggol juga tercermin dari perubahan nama kawedanan yang terjadi beberapa kali. Nama wilayah ini sempat dikenal sebagai Rawa Jaha, kemudian berubah menjadi Rawalo, Tjibaroesa, hingga akhirnya dikenal sebagai Jonggol.
Perubahan nama tersebut berkaitan erat dengan pemindahan pusat pemerintahan kawedanan serta kebijakan administrasi pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Pusat Kawedanan Jonggol sendiri tercatat pernah berpindah-pindah lokasi. Awalnya berada di Dayeuh, yang kini menjadi bagian dari Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol. Pusat pemerintahan kemudian berpindah ke Kauman, wilayah yang sekarang termasuk Desa Cileungsi. Selanjutnya berpindah ke Kampung Babakan yang kini masuk Desa Cibarusah Kota, sebelum akhirnya menetap di Kampung Pojok Salak atau Rawa Jaha, yang saat ini dikenal sebagai kawasan alun-alun Jonggol.
Perpindahan pusat kawedanan tersebut menandai dinamika pemerintahan dan perkembangan wilayah Jonggol dari masa ke masa. Jejak sejarah ini menjadi bukti bahwa Jonggol bukan sekadar kecamatan biasa, melainkan kawasan yang sejak lama memiliki peran strategis dalam pengelolaan wilayah timur Jawa Barat.
Hingga kini, Jonggol terus berkembang sebagai kawasan penghubung antarwilayah dan menjadi bagian penting dari sejarah panjang pembentukan wilayah Bogor dan sekitarnya. Posisi strategis yang dimilikinya saat ini tidak terlepas dari peran historis Jonggol sebagai pusat pemerintahan di masa lalu.
Editor : Firda Rachmawati

