Jejak Canberra di Bogor Timur, Saat Jonggol Hampir Jadi Ibu Kota Indonesia

Jonggol dirancang menggunakan konsep tata kota yang terinspirasi dari Canberra, ibu kota Australia.

Jejak Canberra di Bogor Timur, Saat Jonggol Hampir Jadi Ibu Kota Indonesia
Jejak Canberra yang nyaris dibuat di Jonggol

INILAHKORAN.ID - Wacana pemindahan ibu kota negara bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Jauh sebelum munculnya Ibu Kota Nusantara (IKN), kawasan Jonggol di Kabupaten Bogor Timur sempat digadang-gadang sebagai calon kuat ibu kota Republik Indonesia. 

Menariknya, Jonggol dirancang menggunakan konsep tata kota yang terinspirasi dari Canberra, ibu kota Australia.

Konsep Canberra dikenal sebagai model ibu kota terencana yang memisahkan secara tegas antara pusat pemerintahan, kawasan bisnis, dan wilayah permukiman. 

Pola ini dinilai mampu menciptakan kota yang tertata, minim kemacetan, serta ramah lingkungan. Model inilah yang ingin diterapkan pemerintah Indonesia melalui rencana besar pengembangan Jonggol di era Orde Baru.

Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kala itu, desain Jonggol sebagai ibu kota akan menggabungkan dua pendekatan global, yakni konsep Canberra dari Australia dan konsep Putrajaya dari Malaysia.

Pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan kawasan hunian dirancang terpisah, dengan hutan kota sebagai batas alami di antaranya.

Hutan kota tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai daerah resapan air dan pemasok oksigen.

Dengan konsep ini, Jonggol diproyeksikan menjadi ibu kota yang modern, berkelanjutan, serta mampu menghindari berbagai persoalan klasik yang membebani Jakarta, seperti banjir, kepadatan penduduk, dan polusi.

Selain konsep tata ruang yang matang, Jonggol dinilai sangat rasional secara geografis. Lokasinya berada sekitar 40 kilometer dari Jakarta dan memiliki ketersediaan lahan yang luas. Wilayah ini juga relatif bebas dari ancaman banjir dan berada di posisi strategis karena dikelilingi kota-kota penyangga yang sudah berkembang.

Di sisi barat, Jonggol terhubung dengan Jakarta, Depok, dan Bogor. Di utara terdapat Bekasi, Cikarang, dan Karawang yang dikenal sebagai kawasan industri. 

Sementara di timur dan selatan, Jonggol berbatasan dengan Purwakarta, Bandung, Cianjur, hingga kawasan Puncak dan Sukabumi. Kondisi ini membuat pengembangan kota baru dinilai lebih realistis dibanding membuka wilayah yang benar-benar kosong.

Dengan pendekatan ala Canberra, Jonggol direncanakan menjadi kota pemerintahan yang tidak terpusat pada gedung-gedung administratif semata, tetapi juga mengedepankan kualitas hidup, keteraturan ruang, serta keseimbangan antara pembangunan dan alam.

Meski rencana tersebut akhirnya terhenti akibat krisis ekonomi 1997 dan perubahan politik nasional, konsep Jonggol sebagai ibu kota berbasis model Canberra tetap menjadi salah satu bab penting dalam sejarah perencanaan kota di Indonesia.


Editor : Firda Rachmawati