Bandung Raya Diguyur Hujan Deras, BMKG Pastikan Jabar Masih Musim Kemarau
Hujan deras melanda Bandung Raya dan memicu banjir. BMKG memastikan Jawa Barat masih musim kemarau, meski hujan lokal berpotensi terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Hujan deras yang mengguyur Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir hingga memicu Banjir dan genangan di sejumlah titik belum menjadi tanda dimulainya Musim Hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Jawa Barat masih berada dalam periode Musim Kemarau. Sejumlah wilayah memang tetap berpotensi diguyur hujan karena kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Prakirawan Cuaca dan Iklim BMKG Stasiun Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin menjelaskan, hujan yang terjadi belakangan tidak serta-merta menandakan pergantian musim.
"Kalau untuk kondisinya, kita masih berada dalam periode musim kemarau ya, sampai dengan nanti kurang lebih di November ya. Awal musim hujannya November dan di September akhir ini kita masih ada periode musim kemarau," kata Iid saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (27/9/2026).
Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan BMKG yang menunjukkan sebagian besar Jawa Barat masih berada dalam periode musim kemarau. Namun, dinamika atmosfer lokal tetap dapat memicu hujan di sejumlah wilayah.
Menurut Iid, aktivitas hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga awal Oktober. Untuk Bandung Raya, peluang hujan diperkirakan masih muncul pada 28 September, 30 September, hingga 1 Oktober, terutama di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
"Memang dalam beberapa hari ini atmosfernya cukup mendukung adanya pertumbuhan awan hujan," ujarnya.
Hujan lebat yang mengguyur Bandung Raya pada Sabtu (26/9/2026) petang hingga menyebabkan banjir di kawasan Cibaduyut dan Kopo juga dipengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.
"Memang secara posisi ada potensi secara alaminya ada potensi pertumbuhan awan hujan. Kemudian kan kemarin juga masih terkonfirmasi sebenarnya masih ada kegiatan Modifikasi Cuaca di Waduk Jatiluhur," katanya.
Hujan Masih Bersifat Lokal
BMKG memprediksi potensi hujan dalam beberapa hari ke depan masih terjadi secara lokal dan belum merata di seluruh Jawa Barat.
Pada 1 Oktober, hujan berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bogor, Purwakarta, Garut, dan Majalengka. Sementara pada 2 Oktober, peluang hujan lebih dominan di Bogor, sedangkan pada 3 Oktober diperkirakan terjadi di Bogor dan Sukabumi.
"Jadi memang dari sisi ini ada potensi sampai dengan beberapa hari ke depan, tapi memang masih secara lokal, belum merata," ucapnya.
Untuk wilayah Ciayumajakuning dan Pantura, peluang hujan masih relatif rendah. Potensi hujan diperkirakan hanya terjadi di sebagian wilayah Majalengka dan Sumedang.
"Kalau untuk prakiraannya sendiri, wilayah Ciayumajakuning ini masih kurang ya, kecuali di sekitar wilayah Majalengka, kemudian Sumedang yang ada potensi itu," katanya.
Iid menambahkan, kawasan Pantura memiliki karakteristik yang membuat awal musim hujan datang lebih lambat dibandingkan wilayah lain di Jawa Barat.
"Kalau Pantura ini kan karakteristiknya dia akan lebih lambat untuk memasuki awal musim hujan dibandingkan dengan wilayah Jawa Barat lainnya," ujarnya.
Secara nasional, BMKG pada 22 September 2026 juga memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di banyak wilayah Indonesia mengalami kemunduran. Sebanyak 529 Zona Musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi memasuki musim hujan lebih lambat dari rata-rata klimatologisnya.
BMKG Ingatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Meski masih berada dalam musim kemarau, BMKG mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat.
"Tetap waspada terhadap kondisi cuaca ya yang dapat berubah-ubah. Memang kondisi beberapa hari ini ada potensi untuk pertumbuhan awan hujan, kemudian yang juga bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi," kata Iid.
Imbauan tersebut penting mengingat BMKG masih mencantumkan Jawa Barat dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode 26-28 September 2026.
Masyarakat diimbau membersihkan saluran air dan drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko longsor dan pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.
BMKG juga meminta masyarakat rutin memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi. Hujan yang turun selama periode kemarau juga dapat dimanfaatkan untuk menambah cadangan air.
"Karena kita masih berada dalam periode musim kemarau yang juga nanti di tanggal 4 Oktober ini kan ada potensi kemarau kembali, sehingga ada beberapa waktu ke depan yang terjadi hujan ini bisa dimanfaatkan untuk memanen air hujan," ujarnya.
Selain itu, perubahan cuaca antara siang yang panas dan sore atau malam yang hujan perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi kondisi kesehatan.
"Juga menjaga kesehatan tubuh dengan perubahan cuaca, karena memang dengan perubahan, terik kemudian sorenya terjadi hujan nih, tetap menjaga kondisi badan tetap fit," tutupnya.***
Editor : JakaPermana

