Bhutan van Java Itu Jonggol: Jejak Alam Pegunungan di Timur Kabupaten Bogor
Sebutan ini tidak muncul tanpa alasan, melainkan lahir dari karakter geografis dan lanskap alam Jonggol yang memiliki kemiripan dengan negara Bhutan di Asia Selatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jonggol, yang terletak di bagian timur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kerap mendapat julukan unik sebagai “Bhutan van Java”.
Sebutan ini tidak muncul tanpa alasan, melainkan lahir dari karakter geografis dan lanskap alam Jonggol yang memiliki kemiripan dengan negara Bhutan di Asia Selatan, terutama dari sisi bentang alam pegunungan dan potensi wisatanya.
Julukan Bhutan van Java semakin dikenal seiring berkembangnya kawasan wisata dataran tinggi di wilayah selatan Jonggol, yang dikenal sebagai Dataran Tinggi Jonggol atau Puncak Dua Jonggol.
Secara geografis, wilayah Jonggol berada pada dataran sedang dengan ketinggian antara 150 hingga 782 meter di atas permukaan laut (mdpl). Rata-rata ketinggian wilayah ini berada di kisaran 295 mdpl, sementara pusat Kota Jonggol berada pada zona lebih rendah, yakni sekitar 230 hingga 240 mdpl.
Titik tertinggi Kecamatan Jonggol berada di Gunung Karang, Desa Cibodas, dengan ketinggian mencapai 782 mdpl.
Adapun titik terendahnya berada di Desa Sukamanah, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Kontur wilayah Jonggol didominasi perbukitan dengan tingkat kecuraman sedang, menciptakan lanskap alam yang bervariasi antara dataran rendah, perbukitan, hingga kawasan pegunungan.
Sebagian wilayah Jonggol juga memiliki kontur datar, terutama di kawasan yang kini berkembang menjadi permukiman terpadu seperti Citra Indah City, dengan ketinggian sekitar 170 hingga 240 mdpl. Kondisi ini menunjukkan bahwa Jonggol memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan hingga area alam terbuka.
Sebutan Bhutan van Java sendiri erat kaitannya dengan wilayah selatan Jonggol, yang dahulu masuk wilayah Kecamatan Jonggol dan sejak tahun 2006 sebagian besar menjadi bagian dari Kecamatan Sukamakmur serta sebagian lainnya masuk Kecamatan Tanjungsari. Kawasan ini dikenal sebagai Dataran Tinggi Jonggol atau Puncak Dua Jonggol.
Dataran Tinggi Jonggol memiliki ketinggian sekitar 500 hingga 1.800 mdpl dengan luas kawasan mencapai sekitar 23.000 hektare. Bentang alamnya berupa perbukitan dan pegunungan yang masih hijau, berhawa sejuk, serta relatif jauh dari kepadatan perkotaan.
Kondisi inilah yang membuat kawasan ini kerap dibandingkan dengan Bhutan, negara yang dikenal dengan lanskap pegunungan Himalaya, alam yang terjaga, serta konsep pariwisata berbasis alam dan ketenangan.
Makna sebutan Bhutan van Java tidak hanya merujuk pada ketinggian wilayah, tetapi juga pada karakter alam dan potensi wisata yang dimiliki kawasan Jonggol bagian selatan.
Berbagai potensi wisata alam berkembang di kawasan ini, mulai dari air terjun, bukit dan gunung, situ, hutan pinus, hingga perkebunan kopi. Aktivitas wisata minat khusus seperti arung jeram dan wisata spiritual juga menjadi daya tarik tersendiri.
Sebutan tersebut juga mencerminkan harapan agar kawasan Puncak Dua Jonggol dapat berkembang sebagai alternatif kawasan wisata Puncak Bogor, tanpa kehilangan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.
Seperti halnya Bhutan yang dikenal menjaga alam dan budaya lokal, kawasan Jonggol bagian selatan diharapkan mampu mengelola potensi wisatanya secara berkelanjutan.
Dengan lanskap alam yang beragam, udara sejuk, serta potensi wisata yang masih alami, julukan Bhutan van Java menjadi representasi identitas geografis dan ekologis Jonggol. Sebutan ini sekaligus menegaskan posisi Jonggol sebagai salah satu kawasan strategis dan berpotensi besar di timur Kabupaten Bogor.
Editor : Firda Rachmawati

