Targetkan Nol Persen Sampah Dibuang ke TPA Sarimukti, DLH Kota Cimahi Terapkan Skema ini

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menargetkan nol persen sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti bisa terwujud pada akhir tahun 2025.

Targetkan Nol Persen Sampah Dibuang ke TPA Sarimukti, DLH Kota Cimahi Terapkan Skema ini
TPA Sarimukti/Agus Satianegara

INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menargetkan nol persen sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti bisa terwujud pada akhir tahun 2025.

Kendati untuk realisasinya dilakukan secara bertahap, namun pihaknya berharap pengelolaan sampah bisa dilakukan secara mandiri.

"Harapan saya tentunya akhir tahun ini sudah tidak buang sampah lagi ke TPS, dan kita harus optimistis dalam beberapa tahun terakhir ini sampah yang dibuang ke TPS terus menurun," kata Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini.

Berdasarkan data DLH Kota Cimahi, produksi sampah rumah tangga saat ini mencapai 231 ton setiap harinya. Dari jumlah tersebut, yang dikirim ke TPA Sarimukti mencapai 97-100 ton setiap harinya. Sedangkan sisanya mayoritas sudah dikelola secara mandiri di Kota Cimahi.

Menurut Chanifah, langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sehingga minimalnya sampah anorganik yang memiliki nilai jual bisa dikelola sejak dari sumber.

"Menurut saya, sekarang masyarakat sudah mulai banyak yang memilah sampah dan memanfaatkan sampah yang memiliki high value," tuturnya. 

"Kalau semua masyarakat bisa menerapkan itu maka akan semakin mudah kita mengelola sampah secara mandiri," sambungnya.

Chanifah berharap, setiap RW memiliki bank sampah lantaran sampah yang memiliki high value itu bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menghasilkan uang.

"Sampah yang punya nilai kan bisa ditukar ke tukang rongsok hingga disetor ke bank sampah yang tersedia," ujarnya. 

Sementara itu, untuk sampah yang tak memiliki nilai ekonomi, khususnya organik akan diolah DLH Kota Cimahi di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang sudah tersedia di sejumlah titik maupun tempat pengolahan sampah yang sudah dibangun di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

"Nantinya di lokasi tersebut diperkirakan akan bisa mengolah sampah hingga 50 ton per harinya," sebutnya.

Kemudian, sambung Chanifah, hasil sampah organik yang sudah diolah dan menjadi bubur nantinya bakal dimanfaatkan untuk pakan maggot, kemudian untuk komposting hingga biomassa.

"Untuk yang low value harus di treatment menjadi RDF (Refuse-derived fuel) plant. Itu nanti yang jelas di Santiong ada dua mesin untuk RDF plant. Di beberapa TPS juga sudah ada pengolahan sampah," paparnya. 

"Harapan kami, nantinya hanya 30 persen sampah yang dikirim ke kami untuk dikelola, karena sisanya sudah selesai di wilayah," sambungnya.

Terakhir, lanjut Chanifah, pihaknya juga tengah mencari solusi yang tepat untuk mengolah sampah residu. Meskipun saat ini sudah memiliki incinerator di TPS Cibeber untuk menangani sampah residu. Namun, pihaknya bakal menjajagi kerja sama dengan pihak lain.

"Sisanya ini yang residu yang mungkin ke depan apakah bisa kerja sama seperti dengan dibakar atau seperti apa," katanya. 

"Kalau mungkin kita siapkan dengan incinerator kita harus hati-hati karena ada syarat-syaratnya. Kita juga sudah lihat daerah lain yang sudah pakai teknologi, nanti kita jajagi," sambungnya.*** 


Editor : Ahmad Sayuti