Usia 48 Tahun Tak Halangi Nining Kembali Sekolah di PKBM Lam Alif Bandung Barat
Nining Yuningsih, 48 tahun, rela menempuh perjalanan lebih dari 30 menit untuk belajar di PKBM Lam Alif Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Perjalanan dari Cisomang Barat menuju Kampung Ciraja, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, bukanlah jarak yang dekat. Nining Yuningsih (48) bahkan harus menempuh perjalanan lebih dari setengah jam menggunakan sepeda motor untuk sampai ke PKBM Lam Alif.
Namun, jarak dan usia tidak menyurutkan semangatnya untuk kembali belajar. Setiap Jumat siang dan Sabtu pagi, ibu rumah tangga sekaligus kader siaga Posyandu itu rutin datang mengikuti kegiatan pembelajaran.
Saat sebagian orang seusianya mungkin memilih beristirahat atau menghabiskan waktu di rumah, Nining justru kembali duduk di bangku sekolah. Buku pelajaran menjadi teman barunya dalam perjalanan menambah wawasan.
Keputusan kembali bersekolah bukan karena tuntutan pekerjaan maupun tekanan ekonomi. Nining mengaku ingin meningkatkan pengetahuan untuk dirinya sendiri sekaligus memberikan contoh kepada anak-anaknya bahwa belajar tidak mengenal batas usia.
"Walaupun telat belajar, saya tetap semangat. Saya ingin anak-anak melihat bahwa ibu mereka pun tidak berhenti belajar. Semoga ini menjadi contoh berharga bagi mereka," kata Nining saat ditemui usai mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), Selasa (3/11/2026).
Ingin Jadi Teladan bagi Anak-anak
Nining mengungkapkan, dukungan suami menjadi salah satu pendorong terbesarnya untuk kembali menempuh pendidikan. Meski begitu, keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih harus menunggu izin dan kesempatan yang tepat.
Baginya, langkah kembali belajar saat ini sudah menjadi pencapaian tersendiri. Ia tidak semata-mata mengejar gelar, tetapi ingin membuktikan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat.
Menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan peserta didik tentu bukan perkara mudah.
Nining harus mengatur waktu antara aktivitas belajar dan tanggung jawab sosialnya. Kegiatan Posyandu umumnya berlangsung sebulan sekali. Namun, jika ada panggilan darurat sebagai kader siaga, ia tetap mendahulukan kewajiban sosial tersebut.
Prinsipnya sederhana, memanfaatkan waktu luang sebaik mungkin tanpa mengabaikan tanggung jawab utama.
"Semoga PKBM makin maju, fasilitas belajar semakin memadai, dan semakin banyak orang yang menyadari bahwa pintu pendidikan tidak pernah tertutup hanya karena usia sudah tak muda lagi," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada siapa pun yang masih ragu untuk kembali belajar agar tidak menjadikan usia sebagai penghalang.
"Saya juga berpesan untuk siapa saja yang ragu, usia bukan penghalang. Yang penting niat dan semangat tidak pernah padam," tegasnya.
Dika Ingin Lanjut Kuliah Lewat Paket C
Semangat menempuh pendidikan di PKBM Lam Alif juga datang dari peserta didik yang lebih muda. Salah satunya Dika Suherman (17), yang mengikuti program Paket C untuk memperoleh ijazah setara SMA.
Berbeda dengan Nining yang ingin menambah wawasan dan menjadi teladan bagi keluarga, Dika memiliki tujuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Selain ingin menambah wawasan dan belajar, saya ingin mendapat ijazah dan bisa melanjutkan kuliah setelah lulus dari PKBM ini," kata Dika.
Dika mengaku memiliki dua mata pelajaran favorit, yakni Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Menurutnya, kedua pelajaran tersebut lebih mudah dipahami dibandingkan Bahasa Inggris.
"Ada dua yang saya suka, Bahasa Indonesia dan PAI. Kalau yang lumayan susah itu Bahasa Inggris," ucapnya.
Kisah Nining dan Dika memperlihatkan bahwa setiap peserta didik memiliki alasan dan tujuan berbeda ketika memilih pendidikan kesetaraan. Ada yang ingin memperluas wawasan, menjadi teladan bagi keluarga, hingga mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Melalui PKBM Lam Alif, kesempatan belajar kembali terbuka bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan, tanpa harus menjadikan usia maupun kondisi kehidupan sebagai penghalang.***
Editor : JakaPermana

