Dedi Mulyadi Sambangi Gubuk Nana Kustaman di Tasikmalaya, Siapkan Bantuan Rumah
Dedi Mulyadi meninjau langsung kondisi Nana Kustaman (74), lansia yang tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni bersama cucunya di Kampung Sindanghayu, Tasik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meninjau langsung kondisi Nana Kustaman (74), lansia yang tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni bersama cucunya di Kampung Sindanghayu, RT 003 RW 005, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Jabar tersebut langsung menyedot perhatian warga. Ratusan masyarakat tampak memadati lokasi untuk menyambut kedatangan Dedi Mulyadi, mulai dari sekadar bersalaman hingga mengabadikan momen melalui swafoto.
Dalam kunjungannya sekitar pukul 14.12 WIB, Dedi Mulyadi menyempatkan diri melihat langsung kondisi tempat tinggal Nana. Dia juga berbincang dengan sang lansia mengenai kehidupan sehari-hari serta kondisi cucunya yang sedang sakit.
Dari hasil perbincangan tersebut, Dedi menawarkan sejumlah bantuan. Di antaranya pembangunan rumah yang lebih layak bagi Nana serta penanganan medis untuk cucunya dengan merujuknya ke RSUD Cisarua, Bandung Barat.
Dedi mengatakan, persoalan warga dengan kondisi memprihatinkan seperti yang dialami Nana seharusnya dapat terdeteksi sejak dini oleh aparat pemerintahan di tingkat paling bawah.
"Ya kalau saya kan nanganin tiap hari yang gini tiap hari. Ini yang saya maksud kenapa saya sering masuk ke gang, kenapa saya sering keliling bahwa di kita ini banyak yang masalah yang ternyata tidak bisa ditemukan oleh pemerintahan di tingkat bawah," ujar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, masih banyak persoalan sosial di tengah masyarakat yang justru terungkap setelah mendapat perhatian dari pihak luar, termasuk media.
Dia menilai, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat RT, RW hingga kelurahan.
"Faktanya banyak masalah yang ternyata pada tingkat level RT, RW, kelurahan tidak bisa diketahui sebelumnya," katanya.
Dedi pun meminta para kepala daerah, khususnya bupati dan wali kota, agar menginstruksikan para kepala kelurahan untuk lebih aktif turun langsung ke lingkungan masyarakat.
"Ini koreksi juga bagi saya sebagai gubernur, nanti meminta bupati, walikota agar para kepala kelurahan itu setiap hari harus keliling ke rumah warga," ucapnya.
Terkait bantuan pembangunan rumah Nana, Dedi menyebut persiapannya telah dilakukan sejak tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendatangi lokasi. Pembangunan dijadwalkan mulai Senin mendatang.
"Sebenarnya begitu peristiwa terjadi, tim saya sudah ke sini dan sudah akan segera dibangun, nanti hari Senin mulai dibangun. Sudah disiapkan alokasinya, mereka sudah dapat modal biaya untuk di luar bangunan Rp25 juta sudah diserahin sejak 2 hari kemarin," ungkapnya.
Dia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan tambahan. Namun, Dedi mengingatkan agar bantuan diberikan melalui transfer ke rekening bank untuk menghindari risiko kehilangan atau penggunaan uang tunai yang tidak terkontrol.
Selain itu, Dedi menyebut Pemprov Jawa Barat telah memiliki program pembangunan rumah tidak layak huni, termasuk melalui aplikasi Rumah Aing yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun aparat kewilayahan untuk melaporkan rumah yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Nana Kustaman mengaku bersyukur dan tidak menyangka Gubernur Jawa Barat datang langsung melihat kondisi tempat tinggalnya.
Dia juga menyetujui tawaran agar cucunya mendapatkan perawatan medis di RSUD Cisarua, Bandung Barat.
"Alhamdulillah gak nyangka, tadi ditawarin cucu saya mau dibawa ke RSUD Cisarua Bandung, saya ijinin cucu saya dirawat di RSUD Cisarua Bandung," tutur Nana.
Tak hanya bantuan pembangunan rumah dan pengobatan cucunya, Nana mengaku telah menerima bantuan modal yang rencananya akan digunakan untuk membuka usaha kecil-kecilan.
"Uang yang dikasih nanti mau buat usaha dagang, dagang apa saja yang penting halal, bisa warung kopi atau mie rebus. Alhamdulillah senang sekali," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

