Rimbun Air Jajaki Rute Tasik-Jakarta, Viman Tak Ingin Penerbangan Berumur Pendek
Rimbun Air menjajaki pembukaan rute penerbangan Tasikmalaya-Jakarta dari Bandara Wiriadinata. Viman Alfarizi meminta operasional dipersiapkan matang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Rencana menghidupkan kembali penerbangan komersial rute Tasikmalaya-Jakarta melalui Bandara Wiriadinata mulai memasuki tahap penjajakan serius. Maskapai Rimbun Air telah melakukan peninjauan langsung ke bandara yang berada di Kota Tasikmalaya tersebut.
Peninjauan itu menjadi bagian dari persiapan pembukaan kembali konektivitas udara Tasikmalaya menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap rencana tersebut dapat terealisasi dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan keberlanjutan layanan.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan mengatakan, Rimbun Air saat ini masih melakukan kajian terhadap sejumlah aspek operasional, terutama penentuan tarif dan jadwal penerbangan.
Menurut Viman, pemerintah daerah tidak ingin proses reaktivasi penerbangan dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan matang.
"Masih menganalisa baik tarif ataupun jadwal, rombongan Rimbun Air juga sudah hadir. Sedang dimatangkan dahulu, tidak mau terburu," ujar Viman, Selasa (3/11/2026).
Pesawat yang direncanakan melayani rute Tasikmalaya-Jakarta tersebut merupakan jenis ATR 72 dengan kapasitas hingga 72 penumpang.
Viman berharap layanan penerbangan ini tidak hanya dimanfaatkan warga Kota Tasikmalaya, tetapi juga masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan daerah lain di kawasan Priangan Timur.
"Awalnya kita bergerak juga dengan Pak Bupati Tasik, jadi wilayah Tasik dan sekitarnya dapat memanfaatkan penerbangan ini," katanya.
Rimbun Air Matangkan Tarif hingga Jadwal Penerbangan
Viman mengaku optimistis rencana pembukaan kembali penerbangan komersial dari Bandara Wiriadinata dapat terealisasi. Meski demikian, sejumlah tahapan masih harus diselesaikan, mulai dari perizinan, penyusunan jadwal operasional, hingga penyiapan sistem pemesanan tiket melalui platform perdagangan elektronik.
Ia menjelaskan, Rimbun Air selama ini dikenal bergerak di sektor penerbangan logistik. Kini, maskapai tersebut berupaya mengembangkan layanan angkutan penumpang dengan membangun pasar secara bertahap.
"Rimbun Air ini kan awalnya bergerak di bidang logistik, dan sekarang mau membuka pasar penumpang. Spiritnya menumbuhkan pasar dahulu," ungkapnya.
Menurut Viman, keberlanjutan operasional menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhitungkan sebelum penerbangan kembali dibuka.
Pemkot Tasikmalaya tidak ingin layanan penerbangan yang baru diaktifkan justru kembali berhenti dalam waktu singkat akibat minimnya jumlah penumpang.
"Jangan sampai Senin buka, Kamis tutup. Makanya tidak mau terburu-buru," tegasnya.
Penerbangan Wiriadinata Pernah Berhenti saat Pandemi
Sebagai informasi, penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata sebelumnya pernah dilayani Wings Air sejak 2017. Namun, aktivitas penerbangan tersebut terhenti saat pandemi Covid-19.
Setelah itu, layanan penerbangan sempat dilanjutkan oleh Citilink dan Susi Air. Akan tetapi, operasional tersebut tidak berlangsung lama karena tingkat keterisian penumpang yang belum optimal.
Kini, penjajakan kerja sama dengan Rimbun Air menjadi harapan baru bagi kebangkitan transportasi udara di Tasikmalaya.
Apabila terealisasi, penerbangan rute Tasikmalaya-Jakarta diharapkan dapat memperluas akses mobilitas masyarakat Priangan Timur sekaligus membuka peluang pertumbuhan pasar transportasi udara di wilayah tersebut.
Editor : Ahmad Sayuti

