Dedi Mulyadi Hidupkan Penerbangan Bandung-Tasikmalaya, Rimbun Air Uji Coba Rute

Gubernur Dedi Mulyadi mendorong pengembangan penerbangan di Jawa Barat. Bandara Wiriadinata Tasikmalaya diuji coba

Dedi Mulyadi Hidupkan Penerbangan Bandung-Tasikmalaya, Rimbun Air Uji Coba Rute
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terus memperluas pengembangan transportasi udara di wilayahnya. Setelah mendorong pengaktifan kembali penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung, kini Dedi mulai menyasar Bandara Wiriadinata Tasikmalaya untuk memperkuat konektivitas kawasan Priangan Timur.

Langkah tersebut ditandai dengan uji coba penerbangan perdana maskapai Rimbun Air untuk rute Jakarta-Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026). Penerbangan itu menghubungkan Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi mengapresiasi dukungan Wakil Jaksa Agung RI Asep Nana Mulyana yang turut membantu membuka akses penerbangan menuju Tasikmalaya.

Menurut Dedi, keterlibatan Asep yang merupakan putra daerah Tasikmalaya patut diapresiasi karena turut mempermudah akses transportasi udara bagi masyarakat.

"Ini warga Jawa Barat harus berterima kasih dengan orang Tasik yang kebetulan menjabat menjadi Wakil Jaksa Agung. Beliau telah membantu mempermudah layanan penerbangan dari Jakarta ke Tasik," ujar Dedi.

Dedi juga meminta Asep mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas penerbangan tersebut agar keberadaan rute baru ini dapat berkelanjutan.

Asep mengatakan, pembukaan jalur penerbangan tersebut merupakan hasil upaya bersama untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Terima kasih Pak Gubernur. Hatur nuhun kasadayana. Jadi ini merupakan upaya kami dengan Pak Gubernur untuk mempermudah konektivitas antara kota-kota," kata Asep.

Dia berharap penerbangan Jakarta-Tasikmalaya dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Tasikmalaya dan daerah sekitarnya, terutama yang membutuhkan perjalanan praktis menuju Jakarta.

"Terutama bagi teman-teman yang mungkin ingin memanfaatkan jalur ini sehingga nanti lebih gampang dan tentu bisa meningkatkan sumber ekonomi baik di Tasik maupun di wilayah sekitar. Semoga fasilitas penerbangan ini bisa dimanfaatkan," ucapnya.

Pengembangan konektivitas udara di Jawa Barat sebenarnya telah menjadi agenda Dedi sejak 2025. Kala itu, dia mendorong pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara sebagai salah satu pintu transportasi udara di Kota Bandung.

Pada 2 Juli 2025, Dedi menghadiri inaugurasi penerbangan perdana Susi Air untuk rute Bandung-Yogyakarta. Penerbangan tersebut dilayani dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Adisutjipto.

Dedi menilai pembukaan rute tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali ekosistem penerbangan di Bandara Husein yang berada di pusat Kota Bandung.

"Ini adalah jalan untuk mengembangkan kembali Bandara Husein agar bisa hidup kembali. Hari ini Bu Susi menggunakan pesawat kecil, mungkin ke depan akan semakin banyak penerbangan," ujarnya saat itu.

Menurut Dedi, pengembangan penerbangan harus dilakukan secara bertahap, mulai dari pembukaan rute hingga terbentuknya pasar penumpang yang mampu menopang keberlanjutan operasional maskapai.

Dia juga mendorong keterlibatan pelaku usaha asal Jawa Barat untuk membangun ekosistem penerbangan di daerah.

"Kita mulai dari sini. Kalau sudah terisi, ekosistem akan tumbuh. Tapi kalau belum ditanam, ekosistem tidak akan pernah ada," katanya.

Saat itu, Susi Air juga telah melayani sejumlah rute, di antaranya Bandung-Pangandaran melalui Bandara Nusawiru dan Bandung-Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Rute Bandung-Yogyakarta kemudian menambah jaringan penerbangan yang dioperasikan maskapai milik Susi Pudjiastuti tersebut.

Di sisi lain, Dedi mendorong pembagian fokus pengembangan antara Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

Bandara Husein diarahkan untuk memperkuat konektivitas penerbangan dari Bandung. Sementara itu, BIJB Kertajati diprioritaskan untuk pengembangan penerbangan internasional, terutama melayani perjalanan haji dan umrah.

"Saya ini Gubernur Jawa Barat. Sama Husein harus sayang, sama Kertajati juga harus sayang," ungkapnya.

Setelah Bandung, pengembangan konektivitas udara kini diperluas ke Priangan Timur melalui Bandara Wiriadinata Tasikmalaya.

Uji coba penerbangan Jakarta-Tasikmalaya menggunakan pesawat ATR 72-600 milik Rimbun Air. Tahap ini menjadi bagian dari penjajakan potensi pasar dan kesiapan operasional sebelum layanan reguler dijalankan.

Kehadiran rute tersebut diharapkan mempermudah perjalanan masyarakat dari Jakarta menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya. Manfaatnya juga berpotensi menjangkau daerah sekitar, seperti Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, hingga Pangandaran.

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, konektivitas udara yang lebih baik diharapkan membuka peluang pertumbuhan perdagangan, investasi, dan pariwisata di kawasan Priangan Timur.

Meski demikian, keberlanjutan rute penerbangan tersebut tetap bergantung pada kesiapan operasional dan minat masyarakat untuk menggunakan layanan yang tersedia.

Melalui pengembangan Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Wiriadinata, Pemprov Jabar berupaya memperluas pilihan transportasi udara sekaligus menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata di berbagai wilayah Jawa Barat.


Editor : Ahmad Sayuti