Pilkades Digital Sumedang Diikuti 197 Ribu Pemilih, Partisipasi Tercatat 70,65 Persen

Pilkades digital di 92 desa Kabupaten Sumedang diikuti 197.412 pemilih atau 70,65 persen dari DPT

Pilkades Digital Sumedang Diikuti 197 Ribu Pemilih, Partisipasi Tercatat 70,65 Persen
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi

INILAHKORAN.ID - Pemilihan kepala desa (Pilkades) digital atau ElDigi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mencatat tingkat partisipasi pemilih sebesar 70,65 persen. Dari total 279.437 warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT), sebanyak 197.412 orang menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara, Rabu (28/10/2026).

Meski berlangsung lancar di 92 desa, tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu catatan yang perlu dievaluasi. Sejumlah kecamatan dengan jumlah pemilih besar justru mencatat tingkat kehadiran lebih rendah dibandingkan wilayah dengan DPT lebih kecil.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan, pelaksanaan Pilkades digital di 92 desa yang tersebar di 26 kecamatan berlangsung aman dan kondusif.

Dari 423 tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan, tidak ditemukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) maupun kendala berarti yang menghambat proses pemungutan suara.

"Dari 423 TPS di 92 desa yang tersebar di 26 kecamatan, pelaksanaannya berjalan aman, kondusif, dan tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan. Terutama gangguan kamtibmas," ujar Ade, Minggu (1/11/2026).

Dari total pemilih yang terdaftar, sebanyak 82.025 orang tidak menggunakan hak pilihnya. Artinya, sekitar tujuh dari 10 warga yang masuk DPT datang ke TPS untuk menentukan pilihan.

Untuk mendukung pelaksanaan pemungutan suara, Pemkab Sumedang menyiapkan 846 bilik digital. Kendati prosesnya berjalan lancar, perbedaan tingkat partisipasi antarkecamatan menjadi perhatian DPMD Jabar.

Kecamatan Cimanggung yang memiliki jumlah pemilih terbesar di antara 26 kecamatan mencatat tingkat partisipasi sekitar 66 persen. Tingkat kehadiran pemilih di Jatinangor yang juga memiliki DPT relatif besar turut menjadi perhatian.

Sebaliknya, Kecamatan Surian mencatat tingkat partisipasi tertinggi, yakni sekitar 80 persen. Sementara itu, partisipasi di Kecamatan Sukasari dan Rancakalong mencapai sekitar 78 persen.

Ade mengatakan, perbedaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang memengaruhi tingkat kehadiran pemilih di setiap wilayah.

"Ini memang perlu diperdalam. Kalau bicara DPT, Cimanggung dan Jatinangor itu besar. Cimanggung paling besar di seluruh 26 kecamatan, tetapi partisipasi pemilihnya hanya 66 persen. Paling tinggi justru di kecamatan yang DPT-nya tidak besar, seperti Surian yang mencapai 80 persen," ucapnya.

Di sisi lain, dinamika persaingan antarkandidat dan ketidakpuasan terhadap hasil pemungutan suara tetap terjadi. Situasi tersebut terutama berkaitan dengan persaingan antara calon petahana dan kandidat baru.

Meski demikian, Ade memastikan dinamika politik di tingkat desa tidak sampai mengganggu jalannya pemilihan secara keseluruhan.

Dia juga menegaskan tidak ditemukan indikasi yang mengkhawatirkan terkait keamanan sistem digital maupun dugaan intervensi terhadap teknologi yang digunakan.

"Sampai dengan pelaksanaan selesai, tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan publik, seolah-olah teknologi ini bisa dipengaruhi atau diotak-atik oleh siapa pun. Sampai kemarin kita jamin teknologi dan peralatannya aman, tidak ada keberpihakan," katanya.

Dari aspek teknis, pelaksanaan Pilkades digital juga berlangsung tanpa kendala berarti pada jaringan maupun sistem pemungutan suara.

Pemerintah telah menyiapkan generator set (genset) kecil di setiap TPS sebagai sumber listrik cadangan untuk mengantisipasi pemadaman. Dengan demikian, proses pemungutan suara tetap dapat berlangsung apabila pasokan listrik terputus.

Durasi pemungutan suara yang relatif singkat juga mendukung kelancaran pelaksanaan. Sejumlah TPS bahkan telah menyelesaikan pemungutan suara pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, meski pelayanan kepada pemilih dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

"Kalau mati listrik atau jaringan listrik terputus, di setiap TPS disediakan genset kecil. Jadi, kalau baterai habis atau listrik padam, masih ada cadangan listrik supaya prosesnya tetap berjalan," ucapnya.

Ade menambahkan, jumlah pemilih rata-rata sekitar 600 orang per TPS turut mendukung efisiensi proses pemungutan suara. Kondisi tersebut membuat pelayanan di sejumlah TPS dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Pelaksanaan Pilkades digital di Sumedang menjadi salah satu tahapan penerapan teknologi dalam pemilihan kepala desa di Jawa Barat. Evaluasi terhadap tingkat partisipasi, kesiapan infrastruktur, dan kepercayaan publik terhadap sistem digital menjadi aspek penting untuk memastikan pelaksanaan serupa berjalan lebih optimal ke depan.


Editor : Ahmad Sayuti