Pemkab Cianjur Sebut Pilkades Digital Hemat Waktu hingga Biaya
Pemkab Cianjur mengklaim Pilkades Digital bisa mengurangi biaya hingga Rp2,5 miliar dan lebih cepat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Selain mempersingkat waktu lebih efisien, Pilkades digital diklaim Pemkab Cianjur bisa menghemat biaya hingga Rp2,5 miliar.
“Pemilihan secara digital membutuhkan waktu cukup singkat. Setelah barcode dipindai, pemilih tinggal menentukan foto calon yang akan dipilih. Simulasi juga telah dilakukan melibatkan berbagai kalangan,” kata Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/9/2026).
Wahyu mengatakan Pemkab Cianjur telah melakukan sejumlah tahapan persiapan Pilkades, antara lain sosialisasi di tingkat kabupaten yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan camat serta simulasi pemilihan.
Dalam sistem digital tersebut, panitia menyiapkan tiga bilik suara yang dilengkapi perangkat khusus. Pemilih menggunakan formulir berkode batang untuk mengakses pilihan calon kepala desa.
Pilkades Serentak 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026. Pemkab Cianjur memastikan seluruh tahapan, mulai sosialisasi hingga penetapan panitia dan pelaksanaan pemungutan suara, dipersiapkan meski waktu yang tersedia kurang dari dua bulan.
Penerapan sistem digital diterapkan pada 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Dengan sistem tersebut, pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk pengadaan kertas dan pencetakan surat suara.
“Dengan sistem digital, pemerintah tidak lagi membutuhkan biaya besar untuk pengadaan kertas, pencetakan surat suara hingga proses rekapitulasi. Anggaran Pilkades serentak 2026 diperkirakan sekitar Rp2,5 miliar,” katanya.
Selain menghemat anggaran, sistem digital diharapkan mempercepat proses penghitungan suara setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup.
Untuk mengantisipasi pemilih yang mengalami kesulitan menggunakan perangkat digital, panitia Pilkades di setiap desa akan memberikan pendampingan, termasuk kepada pemilih lanjut usia.
“Kami juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan teknis selama pelaksanaan. Berdasarkan penjelasan narasumber dalam sosialisasi, potensi kesalahan teknis diperkirakan sangat kecil, sekitar 0,1 persen,” kata Wahyu.
Editor : Ahmad Sayuti

