Sukses di Indramayu dan Karawang, Pemprov Kian Optimistis Gelar Pilkades Digital di Seluruh Jabar
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di sembilan desa Kabupaten Karawang pada Minggu 28 Desember 2025 lalu berjalan lancar, layaknya di Kabupaten Indramayu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di sembilan desa Kabupaten Karawang pada Minggu 28 Desember 2025 lalu berjalan lancar, layaknya di Kabupaten Indramayu.
Catatan ini membuat Pemerintah Provinsi Jawa barat kian optimistis, untuk menggelar Pilkades digital di seluruh Jabar pada 2026-2027.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Jabar, Ade Afriandi menuturkan, dari hasil evaluasi terakhir dalam pelaksanaan Pilkades digital di sembilan desa Kabupaten Karawang, yang terbagi dalam 60 tempat pemungutan suara (TPS), secara teknis tidak ada kendala berarti yang terjadi.
Masalah hanya terjadi di TPS Payungsari dan Tanjung Mekar, itu pun karena ada salah paham dalam pengumuman hasil penghitungan suara antara pendukung kepala desa, yang menduga ada indikasi kecurangan di sistem digital.
"Kemudian diadakan pertemuan seluruhnya, semua dibuka. Kemudian sistem dijamin oleh Pemprov, tidak ada keberpihakan, akhirnya selesai," ujar Ade saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Selasa 30 Desember 2025.
Dalam implementasinya lanjut dia, daftar pemilih tetap (DPT) mampu mengikuti proses elektronik atau digital dalam Pilkades secara mudah. Proses pemungutan hingga penghitungan suara pun berjalan lebih cepat.
Meski demikian, dia tidak menampik ada hal yang harus disempurnakan khususnya bagi pemilih penyandang disabilitas. Kendala seperti ukuran layar gawai diperbesar, guna mempermudah mereka dalam melakukan pemilihan.
Selebihnya tegas Ade, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan Pilkades digital di Karawang.
"Hanya itu, kalau di sarana prasarana. Sisanya berjalan lancar," ucapnya.
Untuk partisipasi pemilih, rata-rata keikutsertaan DPT di Pilkades digital pada sembilan desa Karawang ungkap Ade, berada di angka 68,56 persen. Tertinggi, partisipasi di Desa Wanakerta yang mencapai 91,6 persen dan Desa Cadaskertajaya 91,1 persen. Paling rendah, di Desa Cikampek Utara dengan partisipasi hanya 56,75 persen.
Terlepas dari itu, Pemprov Jabar kata dia kian opimistis untuk melakukan Pilkades secara digital di Jawa barat. Di mana pada 2026 kelak, ada enam kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkades, dengan total 540 desa.
Namun yang sudah pasti kata dia, akan dilaksanakan pada 200 desa. Sisanya, kemungkinan akan digeser di 2027 mendatang.
"Karena di akhir Desember. Kedua, pertimbangannya antisipasi kalau efisiensi, dana transfer dari pusat itu tidak cair," katanya.
Untuk 2026, Pilkades akan dilaksanakan di Indramayu dan Karawang, karena masih ada desa yang belum melaksanakan. Kemudian Kabupaten Bandung, Banjar dan Cianjur.
"Tapi paling masif nanti di 2027, karena hampir di semua kabupaten, total hampir 2 ribu desa," terangnya.
Namun apakah implementasi digital akan dilaksanakan di seluruh TPS atau tidak, Ade mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan kabupaten/kota.
"Artinya dengan bupatinya itu untuk disepakati. Apakah nanti seluuruh desa, seluruh TPS digital atau seperti Indramayu, satu desa, satu TPS," katanya.
Dalam pelaksanaan Pilkades digital di Indramayu dan Karawang, total Rp750 juta digelontorkan Pemprov Jabar untuk mendukung sistem, simulasi dan sosialiasi. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


