Kaleidoskop Kejahatan Siber 2025 di Jabar Meningkat, Kapolda Sebut Tantangan Era Digital

Kejahatan siber di wilayah hukum Jawa barat pada 2025 tercatat sebanyak 156 perkara dan naik drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 70 perkara

Kaleidoskop Kejahatan Siber 2025 di Jabar Meningkat, Kapolda Sebut Tantangan Era Digital

INILAHKORAN.ID - Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keamanan di Jawa Barat. Sepanjang 2025, kejahatan siber tercatat mengalami lonjakan signifikan.

Tak tanggung-tanggung jumlah kejahatan siber di Jabar mencapai 156 perkara, dan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat tajam yang hanya 70 perkara. 

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut peningkatan kejahatan siber tersebut seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Makanya, transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan pengamanan.

“Tahun 2025 tercatat 156 perkara kejahatan siber,” kata Rudi saat rilis akhir tahun di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno- Hatta, Senin 29 Desember 2025. 

Kapolda menyebut jenis kejahatan siber yang dominan meliputi penipuan daring dan judi online. Modus kejahatan juga semakin beragam dan kompleks.

Meski jumlah kasus meningkat, tingkat penyelesaian perkara justru menunjukkan tren positif. Data Polda Jabar mencatat tingkat penyelesaian mencapai 80,7 persen.

Rudi menilai capaian tersebut tidak lepas dari peningkatan kapasitas penyidik. Pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor pendukung pengungkapan kasus.

Ia menegaskan kejahatan siber tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif.

Kapolda juga menekankan pentingnya literasi digital masyarakat. Edukasi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah menjadi korban.

“Kami terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ujarnya. Polda Jabar akan memperkuat kemampuan personel di bidang digital.

Ia memastikan penindakan terhadap kejahatan siber akan terus ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keamanan ruang digital masyarakat.


Editor : Ahmad Sayuti