Pilkades Digital Sumedang 2026 Digelar di 92 Desa, Libatkan 270 Ribu Pemilih

Pemkab Sumedang menyebut Pilkades digital 2026 di 92 desa dan 423 TPS berjalan lancar, dengan sekitar 270 ribu pemilih menggunakan hak pilih.

Pilkades Digital Sumedang 2026 Digelar di 92 Desa, Libatkan 270 Ribu Pemilih
ilustrasi-net

INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 dengan sistem digital di 92 desa berjalan lancar.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pelaksanaan Pilkades Digital tersebut berlangsung di 423 tempat pemungutan suara (TPS) dengan melibatkan sekitar 270 ribu pemilih.

"Pilkades Serentak 2026 di Sumedang yang diselenggarakan di 92 desa dengan 423 tempat pemungutan suara (TPS) berjalan lancar dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah," kata Dony di Sumedang, Rabu.

Menurut Dony, seluruh desa yang menyelenggarakan Pilkades tahun ini menerapkan sistem digital. Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi dalam proses pemilihan kepala desa secara serentak.

"Jadi Sumedang semua desa, semua TPS digital. Ada 92 desa, ada 423 TPS dengan jumlah pemilih yang menggunakan pilihan digital ini 270 ribuan dan dalam peninjauan berjalan lancar," ujarnya.

Pemkab Sumedang Kerahkan Petugas Teknis

Dony menjelaskan, pemerintah daerah mengerahkan sejumlah perangkat daerah, camat, serta tenaga pranata komputer untuk mendampingi pelaksanaan pemungutan suara.

Pendampingan tersebut terutama dilakukan untuk memastikan perangkat digital berfungsi dengan baik selama proses pemilihan berlangsung.

Keterlibatan petugas teknis di setiap desa juga menjadi bagian dari upaya mengawal penggunaan perangkat digital agar berjalan sesuai prosedur.

Selain kesiapan perangkat, Dony menilai antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilih terlihat dari kehadiran pemilih di TPS.

"Dari sisi yang hadir, antusiasme sangat tinggi. Jadi yang ngantri kan, para pemilih ini menunjukkan antusiasme mereka tinggi memilih," katanya.

Pemilih Lansia Tetap Mendapat Pendampingan

Dalam pelaksanaan Pilkades digital, pemilih lanjut usia yang mengalami kesulitan menggunakan perangkat elektronik tetap mendapatkan bantuan dari petugas.

Dony menegaskan, pendampingan dilakukan dengan tetap menjaga kerahasiaan pilihan setiap pemilih.

Ia berharap penggunaan sistem digital dapat mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan.

Penerapan sistem tersebut juga dinilai berpotensi mengurangi kebutuhan kertas untuk surat suara sehingga pelaksanaan pemilihan dapat lebih efisien dari sisi anggaran.

Pemkab Sumedang berharap pelaksanaan Pilkades digital berjalan lancar hingga seluruh proses penghitungan suara selesai.

Pengalaman penerapan sistem digital di 92 desa tersebut juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Dalam Negeri untuk mempertimbangkan kemungkinan penggunaan sistem serupa di daerah lain.***


Editor : JakaPermana