Siswa di Sumedang Antusias Sambut Uji Coba MBG Prasmanan
Siswa MTs Muhammadiyah Tanjungsari, Sumedang, antusias mengikuti uji coba MBG prasmanan yang membuat makanan lebih hangat dan porsi bisa ditambah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sejumlah siswa MTs Muhammadiyah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, menyambut positif uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan yang telah berlangsung selama sepekan terakhir.
Melalui sistem ini, siswa dapat mengambil makanan secara mandiri dan menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Selain dinilai lebih menyenangkan, metode prasmanan juga membuat makanan terasa lebih hangat dan segar saat disantap.
Siswa kelas 9A MTs Muhammadiyah Tanjungsari, Tuti (14), mengatakan sistem prasmanan memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan karena siswa bisa mengambil tambahan makanan apabila masih merasa lapar.
“Lebih enak prasmanan. Soalnya kalau prasmanan tuh kita bisa menyesuaikan porsinya lagi ke sana terus lebih segar dan hangat, yang sebelumnya sudah hangat tapi yang ini lebih hangat lagi,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10/2026).
Siswa lainnya, Faris (15), juga menilai sistem prasmanan memberikan keleluasaan bagi siswa untuk menambah makanan setelah menghabiskan porsi awal. Ia mengaku telah mengambil tambahan makanan sebanyak dua kali selama mengikuti uji coba tersebut.
“Sama aja sih. Cuman sebelumnya enggak bisa nambah ya, kalau ini bisa nambah, ya jadi tidak ada porsi yang terbuang, lebih segar juga,” ujarnya.
Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Manik, Adila Naily Huda, menjelaskan sistem prasmanan merupakan inovasi yang sedang diuji coba untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG.
Menurutnya, metode ini mengutamakan kesegaran makanan sejak selesai dimasak hingga disajikan kepada siswa.
“MBG prasmanan ini merupakan suatu inovasi terbaru dari BGN untuk meningkatkan layanan, yang merupakan pendekatan sistem MBG di Jepang,” katanya.
Adila menjelaskan, dalam sistem prasmanan, nasi, lauk, sayur, dan buah ditempatkan dalam wadah terpisah. Metode tersebut memangkas proses pemorsian makanan satu per satu ke dalam ompreng sehingga penyajian kepada siswa dapat dilakukan lebih efisien.
“MBG prasmanan ini membuat makanan itu lebih segar karena dipisahkan kemasan nasi-nasi sendiri, lauk sendiri, sayur sendiri, buah sendiri. Jadi disajikan ke anak-anaknya itu lebih segar, jadi rasanya tuh lebih terjaga dan aroma dari masing masing menu tidak tercampur,” ujarnya.
Selain menjaga kualitas makanan, sistem MBG prasmanan juga memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengambil makanan sesuai kebutuhan.
Penggunaan sendok takar dengan ukuran gramasi tetap diterapkan untuk membantu menjaga kesesuaian porsi. Sementara itu, pengambilan makanan secara mandiri diharapkan dapat mengurangi sisa makanan yang terbuang.
Adila mengatakan penerapan MBG prasmanan di MTs Muhammadiyah Tanjungsari masih dalam tahap uji coba. Selama pelaksanaan, pihaknya menyampaikan laporan harian mengenai kelebihan, kekurangan, serta kendala yang ditemukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Respons positif dari pihak sekolah dan siswa menjadi salah satu catatan awal dalam pelaksanaan metode tersebut.
“Alhamdulillah sejauh ini respon sekolah positif, anak-anak juga lebih antusias karena mereka merasakan bahwa makanannya lebih enak, lebih hangat, terus keseruan kayak mereka antri, piket, ganti-gantian yang menyajikan,” katanya.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir turut menyambut baik uji coba sistem prasmanan dalam program MBG. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi secara matang dan menyeluruh sebelum metode tersebut diterapkan di sekolah lain.
“Ini tentunya saya berharap program bisa dievaluasi secara matang, secara komprehensif. Apabila hasil evaluasinya bagus, tentunya akan berlanjut, dari mulai satu sekolah, terus bisa semuanya,” kata Dony.
Menurutnya, respons positif siswa menjadi salah satu bahan evaluasi awal. Meski demikian, tanggapan tersebut belum cukup untuk menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan terkait perluasan penerapan MBG prasmanan oleh BGN.
Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk menilai efektivitas sistem prasmanan, baik dari sisi kualitas makanan, pelayanan, maupun pengurangan sisa makanan, sebelum diterapkan lebih luas di sekolah lainnya.
Editor : Ahmad Sayuti
