5.200 Siswa Ikuti Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV 2026 di Sumedang

Sebanyak 5.200 siswa Bandung Raya dan Sumedang mengikuti Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV 2026 di Bumi Perkemahan Kiara Payung.

5.200 Siswa Ikuti Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV 2026 di Sumedang
Sebanyak 5.200 siswa Bandung Raya dan Sumedang mengikuti Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV 2026 di Bumi Perkemahan Kiara Payung.

INILAHKORAN.ID– Sebanyak 5.200 siswa dari Bandung Raya dan Sumedang mengikuti Budaya'>Kemah Budaya Satuan Komunitas (Sako) Paguyuban Pasundan IV 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Paguyuban Pasundan dalam memperkuat Pendidikan karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

Ribuan peserta yang berasal dari sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Pendidikan Pasundan mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, pembinaan mental, hingga pengenalan nilai-nilai budaya yang dikemas dalam kegiatan perkemahan.

Ketua Mabi Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Didi Turmudzi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari tujuan pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik.

"Kegiatan ini adalah implementasi dari undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, di mana dalam tujuan pendidikannya adalah melahirkan anak didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis," ujar Didi.

Kemah Budaya Jadi Sarana Pendidikan Karakter

Menurut Didi, pendidikan tidak seharusnya hanya berorientasi pada aspek akademik. Pembentukan mental, sikap, dan kepribadian yang kuat juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Karena itu, kegiatan di alam terbuka seperti perkemahan dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa.

Didi mengapresiasi semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan meski harus menempuh perjalanan cukup jauh dan beraktivitas di bawah terik matahari.

"Apa pun yang dilakukan di sini adalah dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan, bahwa kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak yang saleh dan salihah," katanya.

Kemah Budaya Jadi Ruang Pembinaan Mental

Sementara itu, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan yang juga Sekretaris Jenderal PB Paguyuban Pasundan, Prof. Budiana, mengatakan Kemah Budaya IV 2026 tidak hanya menjadi ajang pendidikan karakter.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan mental sekaligus mempererat hubungan antarsiswa di lingkungan pendidikan Pasundan.

"Kegiatan ini menjadi wahana, terutama hari ini sangat penting sebagai self healing atau pembinaan mental bagi siswa-siswa di lingkungan sekolah Pasundan. Selain itu, ini menjadi ajang silaturahmi antar siswa agar kelak mereka bisa menjadi kader-kader bangsa yang berkualitas," ujar Budiana.

Menurut Budiana, penguatan unsur budaya dalam Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan juga sejalan dengan komitmen organisasi untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal.

Hal tersebut dinilai semakin penting di tengah derasnya arus modernisasi yang terus berkembang.

Siswa Ikuti Perlombaan hingga Pembinaan Budi Pekerti

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan tersebut di antaranya perlombaan berbasis budaya, permainan edukatif, aktivitas kepramukaan, hingga pembinaan budi pekerti yang dipandu para instruktur kepramukaan dan kebudayaan.

Melalui Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV 2026, Paguyuban Pasundan berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik.

Para siswa juga diharapkan memiliki karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, sikap mandiri, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.

Dengan demikian, kegiatan Kemah Budaya tidak hanya menjadi aktivitas perkemahan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang berkarakter dan memiliki kecintaan terhadap budaya lokal.***


Editor : JakaPermana