Bukan Omon-omon, Farhan Beberkan Kerja Sama Pemkot Bandung dengan Paguyuban Pasundan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi peran strategis Paguyuban Pasundan dalam bidang pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi peran strategis Paguyuban Pasundan dalam bidang pendidikan.
Ia menyebut, lembaga ini sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Kota Bandung. Terutama lewat jaringan lembaga pendidikannya yang luas.
“Saya dan Wakil Wali Kota hadir dalam silaturahmi ini. Ini bentuk penghormatan atas peran besar Paguyuban Pasundan, terutama dalam dunia pendidikan di Kota Bandung,” kata Farhan, Sabtu 12 April 2025.
Pihaknya menjelaskan, lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Paguyuban Pasundan hadir di berbagai jenjang. Dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dan telah lama menjadi bagian dari sistem pendidikan kota.
“Lembaga paguyuban ini punya sejarah panjang. Lembaga pendidikannya tersebar di berbagai tingkatan dan sudah menjadi mitra penting pemerintah kota,” ucapnya.
Farhan menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menjalin banyak kerja sama konkret dengan institusi pendidikan milik Paguyuban Pasundan. Salah satunya adalah pemanfaatan lulusan fakultas ilmu pendidikan sebagai calon guru.
“Kita sudah bekerja sama dalam berbagai hal. Salah satunya, kami manfaatkan lulusan fakultas ilmu pendidikan untuk perekrutan guru di Bandung,” ujar dia.
Ia berharap, kemitraan ini akan terus berlanjut dan semakin erat. Pihaknya meyakini keberadaan Paguyuban Pasundan akan terus memberikan kontribusi besar bagi pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan pendidikan di Kota Bandung.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menuturkan, pentingnya membangun daerah dengan kembali pada akar budaya.
"Ini bukan tentang primordialisme, tapi tentang nilai. Pemimpin harus jadi contoh. Paguyuban Pasundan harus melahirkan pemimpin-pemimpin nasional," kata Dedi Mulyadi.
Pihaknya mengingatkan, pentingnya menjaga alam dan lingkungan tanah Sunda dari kerusakan seperti tambang ilegal dan penggundulan hutan.
"Tanah Sunda diciptakan Tuhan saat sedang tersenyum, maka jangan dirusak. Semua kepala daerah harus menjaga lingkungan," ucapnya.
Ia mengajak, seluruh elemen masyarakat menjaga ajaran karuhun (leluhur) seperti nilai silih asah, silih asih, silih asuh. (*)
Editor : Zulfirman

