Sumedang Kembangkan Wisata Jeep Fun Offroad, Bidik Peluang Ekonomi Lokal
Pemkab Sumedang mengembangkan wisata jeep fun offroad dengan mengoptimalkan potensi Gunung Tampomas, Margawindu, Cisoka, dan Jatigede untuk menarik wisatawan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengembangkan wisata petualangan, salah satunya melalui aktivitas jeep fun offroad. Upaya ini dilakukan untuk memperluas pilihan destinasi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pengembangan wisata petualangan menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi alam daerah, mulai dari kawasan pegunungan hingga perairan. Potensi tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
“Kalau ingin fun offroad, tidak perlu jauh-jauh ke luar Sumedang. Di Sumedang juga sudah ada. Kami punya Gunung Tampomas, kawasan alam Margawindu dan Cisoka, serta Jatigede. Potensi wisata kita lengkap, mulai dari gunung, alam, hingga kawasan perairan,” kata Dony di Sumedang, Selasa.
Menurutnya, potensi wisata tersebut perlu dikemas secara profesional melalui penyediaan beragam aktivitas dan pilihan rute agar dapat menjangkau berbagai segmen pengunjung.
Pengembangan wisata petualangan juga dinilai berpeluang mendorong pertumbuhan usaha pendukung, seperti penginapan, kuliner, jasa pemandu, dan berbagai usaha lokal lainnya. Dengan demikian, aktivitas pariwisata diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar destinasi.
“Seluruh dinas harus mendukung pariwisata. Semua tempat di Sumedang berpotensi menjadi destinasi wisata, semua orang bisa menjadi pemandu wisata, dan setiap aktivitas bisa menjadi atraksi wisata. Tinggal bagaimana kita mengemas dan mengembangkannya,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang, perjalanan wisatawan nusantara ke daerah tersebut mencapai 362.348 perjalanan pada Februari 2026. Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang dan nonbintang tercatat sebesar 24,23 persen.
Pada Desember 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 408.857 perjalanan, dengan TPK hotel gabungan mencapai 32,11 persen.
Data tersebut menjadi salah satu konteks dalam pengembangan dan diversifikasi atraksi wisata di Sumedang. Dengan semakin banyak pilihan aktivitas, wisatawan diharapkan memiliki alasan lebih beragam untuk berkunjung, sekaligus memperluas peluang belanja pada usaha pendukung pariwisata.
Terlebih, periode liburan akhir tahun dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.
Dony menegaskan, pengembangan pariwisata perlu didukung aksesibilitas, fasilitas, daya tarik, dan aktivitas yang memadai. Selain itu, promosi juga perlu diperkuat melalui strategi branding, advertising, dan selling agar potensi wisata Sumedang semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Melalui pengembangan wisata petualangan dan optimalisasi potensi alam, Pemkab Sumedang berharap sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.***
Editor : JakaPermana
