Tekan Lonjakan Sampah Pasca Lebaran, DLH Cimahi Fokus Pengurangan dari Hulu
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengeluarkan peringatan terkait potensi kenaikan volume sampah menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengeluarkan peringatan terkait potensi kenaikan volume sampah menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
Kendati siap meningkatkan layanan pengangkutan, pihaknya menegaskan penambahan petugas atau armada bukan solusi utama mengingat keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Kepala DLH Cimahi Chanifah Listyarini menjelaskan, pembatasan daya tampung di TPA Sarimukti membuat pengelolaan sampah harus bergeser fokus ke arah pengurangan dari sumber atau hulu.
"Bahkan jika kita menambah petugas dan armada pengangkutan, persoalan tidak akan terselesaikan jika kapasitas pembuangan akhir tetap terbatas," kata Chanifah, Jumat 13 Maret 2026.
Untuk itu, ungkap Chanifah, DLH Cimahi mendorong seluruh masyarakat untuk aktif melakukan pemilahan sampah sejak di rumah tangga.
Menurutnya, langkah ini dinilai sebagai upaya paling efektif untuk menekan jumlah sampah yang harus dibawa ke TPA.
"Kita tidak punya pilihan lain selain melakukan pengurangan sampah di sumbernya melalui pemilahan yang benar," tegasnya.
Lebih lanjut Chanifah menerangkan, sampah organik menjadi prioritas utama yang bisa diselesaikan langsung di tingkat masyarakat.
Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak kewilayahan untuk mengantisipasi lonjakan sampah pasca Hari Raya Idulfitri.
"Kita telah berkoordinasi dengan setiap wilayah agar siap mengendalikan volume sampah yang muncul, terutama yang bersifat organik yang bisa diolah secara lokal," jelasnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga pengelolaan sampah tetap terkendali.
Selain pemilahan, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan bank sampah yang ada serta mengolah sampah organik secara mandiri.
"Pengolahan sampah organik di tempat adalah metode paling sederhana, mudah, dan murah yang bisa dilakukan oleh semua kalangan," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
