Lebaran dan MBG Dongkrak Ekonomi Kota Cirebon, Tumbuh 5,79 Persen
Perekonomian Kota Cirebon mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Perekonomian Kota Cirebon mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan Ekonomi Kota Cirebon pada triwulan I 2026 mencapai 5,79 persen.
Angka tersebut melampaui pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,34 persen.
Momentum lebaran menjadi salah satu pemicu utama menguatnya aktivitas Ekonomi selama Januari hingga Maret 2026.
Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, mengatakan terdapat tiga sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut, yakni transportasi, perdagangan, serta akomodasi dan makan minum.
“Pertumbuhan Ekonomi Kota Cirebon ditopang terutama oleh sektor transportasi, perdagangan, serta akomodasi dan makan minum,” kata Samiran, Minggu 6 September 2026.
Sektor transportasi memberikan kontribusi sekitar 2,12 persen terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota Cirebon. Tingginya mobilitas masyarakat selama lebaran membuat aktivitas angkutan meningkat tajam.
“Triwulan I mencakup Januari, Februari, dan Maret. Pada periode itu ada lebaran sehingga mobilitas masyarakat meningkat dan mendorong sektor transportasi,” ujarnya.
Pergerakan masyarakat untuk mudik, berwisata, dan bepergian ke berbagai daerah tidak hanya menguntungkan angkutan konvensional. Transportasi berbasis aplikasi juga ikut terdongkrak.
Menurut Samiran, peningkatan penggunaan ojek daring untuk mengangkut penumpang, mengantarkan makanan, dan mengirimkan barang turut menggerakkan roda perekonomian.
“Transportasi daring ikut tumbuh karena masyarakat semakin banyak menggunakan layanan antarbarang dan makanan,” katanya.
Selain transportasi, perdagangan menjadi penggerak utama lainnya. Posisi Kota Cirebon sebagai pusat Ekonomi wilayah Ciayumajakuning membuat daerah ini ramai dikunjungi masyarakat selama momentum lebaran.
“Ketika mobilitas saat lebaran tinggi, perdagangan ikut terdorong. Banyak orang datang ke Kota Cirebon sehingga aktivitas jual beli bergerak,” ungkap Samiran.
Peningkatan perdagangan terlihat dari tingginya konsumsi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang dan selama lebaran. Permintaan terhadap pakaian, makanan, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan lainnya mengalami peningkatan.
“Belanja masyarakat untuk berbagai kebutuhan lebaran memberikan dorongan besar terhadap sektor perdagangan,” ujarnya.
Sektor akomodasi dan makan minum juga menikmati dampak dari tingginya mobilitas masyarakat. Hotel, penginapan, restoran, dan usaha kuliner mengalami peningkatan aktivitas selama periode tersebut.
“Menjelang lebaran banyak orang mudik dan sebagian memilih tinggal di hotel. Kondisi itu ikut meningkatkan aktivitas sektor akomodasi,” kata Samiran.
Dampak tersebut tidak hanya berasal dari pemudik. Masyarakat dari Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan wilayah sekitar yang berkunjung ke Kota Cirebon turut menggerakkan bisnis perhotelan dan kuliner.
“Mereka datang, menginap di hotel, kemudian makan di restoran. Aktivitas tersebut tentu memberikan dampak terhadap sektor akomodasi dan makan minum,” jelasnya.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah ikut menjadi mesin pertumbuhan Ekonomi. BPS mencatat komponen konsumsi pemerintah tumbuh sekitar 4,47 persen pada triwulan I 2026.
Salah satu faktor pendorongnya adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut membuat belanja pemerintah untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat meningkat.
“Program MBG menjadi salah satu pendorong konsumsi pemerintah karena terdapat pembelian dalam jumlah cukup besar untuk menjalankan program tersebut,” paparnya.
Momentum lebaran juga memengaruhi belanja pemerintah melalui pembayaran tunjangan hari raya kepada aparatur. Dana yang diterima kemudian berputar kembali melalui konsumsi barang dan jasa.
“Pembayaran THR ikut mendorong aktivitas Ekonomi karena dana tersebut kembali dibelanjakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Dia menambahkan, meski pertumbuhan triwulan I menunjukkan tren positif, BPS Kota Cirebon belum dapat memastikan apakah laju tersebut berlanjut pada triwulan II 2026. Angkanya masih dalam proses penghitungan dan dijadwalkan diumumkan pada awal Oktober 2026.
“Data triwulan II masih dalam tahap penghitungan dan akan kami rilis pada Oktober,” pungkas Samiran.***
Editor : JakaPermana

