Korwil KPPG Sebut Bumbu Kacang Picu Keracunan MBG di Dramaga Bogor

Korwil KPPG Kabupaten Bogor menyebut bumbu kacang dari pihak ketiga sebagai dugaan awal keracunan MBG di Dramaga

Korwil KPPG Sebut Bumbu Kacang Picu Keracunan MBG di Dramaga Bogor
Wabup Bogor Jaro Ade meninjau suswa SMPN Dramaga yang diduga keracunan MBG K

INILAHKORAN.ID - Korordinator Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (Korwil KPPG) Kabupaten Bogor, Haidir, menyebut penggunaan bumbu kacang yang diolah pihak ketiga sebagai dugaan awal penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Dramaga, Kabupaten Bogor.

"Berdasarkan investigasi awal, dugaan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang telah diolah oleh pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG Bogor Dramaga 4. Praktik tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya dijalankan," kata Haidir kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Dramaga 4 hingga waktu yang belum ditentukan.

Haidir mengatakan, BGN berkomitmen memberikan sanksi tegas kepada dapur SPPG yang terbukti menjalankan operasional tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Di sisi lain, Haidir meluruskan informasi yang menyebut lebih dari 400 siswa harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

Menurut dia, sebanyak 40 siswa telah menjalani observasi di tiga lokasi, yakni Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi. Jumlah siswa yang masih mendapatkan penanganan medis terus menurun.

"Hingga pukul 23.42 WIB malam ini, tercatat 13 siswa masih menjalani proses penanganan medis," ujarnya.

Ia menegaskan, klarifikasi tersebut disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, bukan untuk mengecilkan dampak kejadian.

"Kami menyampaikan klarifikasi ini bukan untuk mengecilkan dampak kejadian, melainkan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang tepat dan sesuai dengan data yang sebenarnya," katanya.

Haidir menambahkan, KPPG Bogor bersama Tim Asistensi dan Korwil Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta instansi terkait untuk mendukung penanganan siswa terdampak dan penelusuran penyebab kejadian.

Evaluasi juga dilakukan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait keamanan pangan, pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan kepada penerima manfaat.

"Keamanan pangan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Setiap SPPG wajib menjalankan prosedur operasional dan standar keamanan pangan secara konsisten, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat," tegas Haidir.


Editor : Ahmad Sayuti