Farhan Minta Direksi Baru Perumda Pasar Juara Berani Hadapi Berbagai Kepentingan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta direksi baru Perumda Pasar Juara berani mengambil keputusan dan tegas menghadapi berbagai kepentingan pasar.

Farhan Minta Direksi Baru Perumda Pasar Juara Berani Hadapi Berbagai Kepentingan
Wali Kota Bandung, Farhan menegaskan calon direksi PD Pasar harus berani menghadapi berbagai kepentingan dalam pengelolaan pasar.

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menginginkan, direksi baru Perumda Pasar Juara memiliki keberanian dalam mengambil keputusan termasuk saat menghadapi berbagai kepentingan dalam pengelolaan pasar.

Dia menilai, keberanian menjadi salah satu syarat penting bagi calon direksi. Pengelola pasar, tidak boleh hanya mengikuti kepentingan tertentu apabila keputusan yang diambil justru berpotensi menimbulkan persoalan.

“Harus berani. Selama ini banyak yang takut terhadap kepentingan-kepentingan yang hanya bersifat sementara. Akhirnya direksi hanya mengikuti saja. Walaupun salah, tidak berani melawan,” kata Farhan, Kamis (10/9/2026).

Dia menegaskan, karakter seperti itu tidak boleh lagi terjadi dalam kepemimpinan Perumda Pasar Juara. direksi baru diharapkan mampu mengambil sikap berdasarkan aturan, dan kepentingan pengelolaan pasar secara profesional.

“Kalau sekarang harus berani,” ucapnya.

Sikap berani itu, kata Farhan akan dibutuhkan dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan parkir, yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas di kawasan pasar.

“Macam-macam, termasuk parkir,” ujar dia.

Selain persoalan parkir, direksi juga akan menghadapi proses negosiasi sewa ruang usaha di pasar. Pengelolaan sewa harus dilakukan secara profesional, tanpa intervensi dari pihak yang tidak memiliki kewenangan menentukan harga.

Farhan bahkan sudah mengeluarkan perintah, agar dirinya bersama seluruh pegawai tidak ikut dalam proses negosiasi penentuan harga sewa pasar. Kebijakan itu dinilai penting, supaya keputusan mengenai tarif sewa berjalan transparan dan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu.

“Sekarang saya sudah mengeluarkan perintah, bahwa wali kota dan seluruh pegawai Pemerintah Kota Bandung tidak boleh ikut dalam negosiasi menentukan harga sewa pasar. Tidak boleh sama sekali,” tegasnya.
Dia menjelaskan, selama ini ada permintaan agar harga sewa bagi pihak tertentu diberikan lebih murah. Kebijakan seperti itu, dinilai dapat menimbulkan persoalan karena perlakuan serupa harus dipertimbangkan bagi seluruh pedagang.

“Biasanya ada yang meminta kepada pemerintah kota, agar harga sewa diberikan murah. Akhirnya kita kasih murah. Tetapi kalau satu diberikan murah, tentu harus diberikan kepada semuanya,” tutur dia.

Farhan juga menyoroti kemungkinan penyalahgunaan fasilitas sewa murah. Pedagang yang memperoleh harga sewa rendah belum tentu menjalankan sendiri usahanya, dan bisa saja mengalihkan ruang usaha kepada pihak lain dengan tarif lebih tinggi.

“Orang yang sudah mendapatkan harga murah itu, belum tentu berhasil menjalankan usahanya. Ada yang akhirnya menyewakan kembali kepada orang lain dengan harga lebih tinggi,” katanya.

Menurut dia, kondisi itu dapat menimbulkan persoalan hukum apabila terjadi penyalahgunaan terhadap skema sewa yang sudah diberikan. Karena itu, pengelolaan pasar harus dilakukan dengan aturan yang jelas dan tanpa campur tangan pejabat dalam menentukan harga.

“Kalau sampai itu terjadi, ada potensi pelanggaran hukum,” ujar dia.

Saat ini, proses seleksi calon direksi Perumda Pasar Juara masih berjalan. Farhan menyebut, proses itu dilakukan bersama Universitas Padjadjaran, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis seiring pembenahan manajemen dan digitalisasi proses bisnis di perusahaan daerah itu.

Dia mengatakan, proses digitalisasi menjadi bagian dari pembenahan internal. Manajemen yang relatif muda, juga diharapkan dapat membawa perubahan dalam tata kelola pengelolaan pasar.

“Sekarang sedang seleksi. Saya bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka sedang melakukan digitalisasi proses bisnis di PD Pasar. Kami juga sedang melakukan digitalisasi manajemen,” ucapnya.

Farhan berharap, direksi hasil seleksi nantinya tidak hanya mampu menjalankan administrasi perusahaan. Namun juga berani mengambil keputusan, ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut kepentingan pengelolaan pasar.

“Kalau sekarang harus berani,” pungkasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti