Di Agro Expo 2025, Bandung Barat Ekspor Tanaman Hias Senilai Rp1,5 Miliar

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengekspor berbagai macam tanaman hias ke Amerika senilai Rp1,5 miliar.

Di Agro Expo 2025, Bandung Barat Ekspor Tanaman Hias Senilai Rp1,5 Miliar
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengekspor berbagai macam tanaman hias ke Amerika senilai Rp1,5 miliar.

INILAHKORAN.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengekspor berbagai macam tanaman hias ke Amerika senilai Rp1,5 miliar.

Pengiriman tanaman hias yang dikirim secara rutin setiap dua minggu sekali ke negeri Paman Sam itu secara perdana di lepas di kawasan IKEA Kota Baru Parahyangan oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail pada Sabtu 13 Desember 2025.

"Saya terkesan dan bahagia dengan kegiatan Bandung Barat Amanah Agro Expo 2025 yang diinisiasi DKPP ini karena selain antusias masyarakat yang luar biasa, produk yang diexpokan kebanyakan produk dari KBB," kata Asep Ismail.

Asep mengaku, pihaknya bangga Kabupaten Bandung Barat bisa melakukan ekspor tanaman hias senilai Rp1,5 miliar ke Amerika dengan jadwal setiap dua pekan sekali.

"Selain tanaman hias, saya juga sempat bertanya kepada petani kopi, ternyata kopi KBB sudah sampai Korea, Amerika, Australia hingga Benua Eropa," ujarnya.

Menurutnya, besarnya potensi alam yang ada di Bandung Barat semestinya bisa lebih diberdayakan oleh Pemkab Bandung Barat agar bisa menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya minta Pak Kadis Pertanian dan Lingkungan Hidup agar betul-betul memprioritaskan program kerja 2026. Selain memberikan ruang untuk ekspos, juga supaya terus dikawal terkait dengan dalam masa-masa penanamannya," tuturnya.

Kepala DKPP KBB, Lukmanul Hakim mengatakan tanaman hias yang diekspor ke Amerika itu dari Parongpong. Untuk sekali berangkat, pihaknya bisa mengirim hingga 1.200 berbagai jenis tanaman.

"Anthurium, Philodendron, Monstera, Alocasia, Syngonium, dan Platycerium, sebagian besar termasuk dalam famili besar Araceae (talas-talasan) dan dikenal karena keindahan daunnya yang unik dan kemampuannya beradaptasi di dalam ruangan. Ada Hoya dan Piper," kata Lukmanul.

Total nilainya Rp1,5 miliar, dengan rincian Rp300 juta per bulan. Selain Amerika, ada empat negara dari komoditas lain yang juga telah diekspor pada pekan kemarin.

"Kita ekspor sayuran jenis letus dari Gapoktan Lembang Agri, termasuk juga komoditas kopi dari Cipada. Dari Tangkuban Parahu juga ada yang ekspor ke Uni Emirat Arab, termasuk ke Arab Saudi," sebutnya.

Kemudian, lanjut Lukmanul, kopi dari Gununghalu, yakni Java Halu juga sudah ekspor ke Amerika, Uni Emirat Arab, Australia, Jerman dan negara di Eropa lainnya.

"Sepengetahuan saya sudah masuk pameran di Yunani dan itu masuk speciality coffee karena memiliki kekhasan, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," tandasnya. *** 


Editor : JakaPermana