Didemo Forum Warga Cendikia dan Madani, Pengusaha Bantah Akan Bangun Pabrik Tisu dan Malah Berkomitmen Ciptakan Lapangan Kerja
Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Diskusi Warga Cendikia dan Madani melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Diskusi Warga Cendikia dan Madani melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bogor, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong.
Forum Warga Cendikia dan Madani mendesak Pemkab Bogor mencabut persetujuan bangunan gedung gudang atau pabrik tisu yang berada di samping perumahan mereka di Kecamatan Gunung Sindur.
Hal itu karena, gudang atau pabrik tisu tersebut tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 Tahun 2024.
"Kedatangan kami ke Pemkab Bogor pada hari ini untuk menuntut pabrik tisu tersebit dicabut PBGnya, karena tidak sesuai Perda nomor 1 Tahun 2024 tentang RTRW," ucap Kordinator Forum Warga Cendikia dan Madani Windu Negara kepada wartawan, Selasa 12 November 2024.
Windu Negara menuturkan bahwa adanya pabrik tisu juga menimbulkan premanisme, dimana warga Perumahan Cendikia dan Madani mengalami intimidasi dari preman tersebut.
"Dengan tidak adanya pabrik tisunya, maka premannya pun akan hilang. Itulah yang menjadi tuntutan kami," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa PBG yang terbit ialah Gudang, tetapi ia mensinyalir bahwa bangunan tersebut bakal menjadi pabrik tisu.
"Kami punya video ketika kami beraudiensi, bahwa mereka ingin membangun pabrik tisu dan bukannya Gudang Tisu. Disnyalir ini modus, yang penting jadi dulu lalu yang beroperasi adalah pabrik tisu," jelas Windu Negara.
Hendra, yang merupakan pemilik lahan Gudang Tisu mengaku bahwa bangunan yang didemo Forum Diskusi Warga Cendikia dan Madani merupakan Gudang pengolahan Tisu.
"Kegiatan di Gudang pengolahan Tisu yang bakal beroperasi aman dan ramah lingkungan, seingat Saya sebagai warga negara sudah melalui tahapan dari awal dengan itikad baik tapi tidak tau kenapa persoalan ini muncul ke permukaan," ungkap Hendra.
Ia menjelaskan dari total tanah lahan seluas 2,5 hektare, dari dulu sudah dipagar keliling dan yang dibangun cuma kurang lebih 1000 meter, sehingga harusnya sudah aman dan tidak mengganggu siapapun.
"Dengan keberadaan gudang tisu ini maka akan menyerap banyak tenaga kerja, karena usaha ini termasuk padat karya. Kami pun siap beraudiensi dengan warga yang keberatan dengan keberadaan Gudang pengolahan Tisu di Kantor Kelurahan, walaupun dulu kami pernah diserang," jelas Hendra.
Editor : Doni Ramdhani


