Dirumorkan Buka Orang Korea Selatan, Begini Tanggapan IU dan Tzuyang yang Dipertanyakan Kewarga Negaraannya

IU dan Tzuyang sering dirumorkan bahwa mereka orang Korea Utara dan Tiongkok.

Dirumorkan Buka Orang Korea Selatan, Begini Tanggapan IU dan Tzuyang yang Dipertanyakan Kewarga Negaraannya
Tzuyang dan IU.

INILAHKORAN, Bandung - IU dan Tzuyang sering terlibat Rumor bahwa mereka bukan asli Orang Korea Selatan.

Episode terbaru acara YouTube Park Na Rae, Naraesik, menampilkan YouTuber dan penyiar Tzuyang, yang berterus terang tentang semakin banyaknya berita palsu, terutama klaim-klaim aneh yang mempertanyakan identitasnya.

Tzuyang baru-baru ini menjadi saksi dalam sidang Majelis Nasional tentang penanggulangan penyebaran "penghancur siber" dan narasi daring palsu.

Salah satu contoh paling konyol? Rumor bahwa Tzuyang bukan Orang Korea Selatan. Dia bercerita, "Orang-Orang bilang 12 juta pelanggan saya semuanya bagian dari jaringan Tiongkok dan saya sendiri Orang Tiongkok." 

Klaim tak berdasar ini kemungkinan besar berasal dari nama panggungnya 'Tzuyang', yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kewarganegaraannya.

Meskipun Tzuyang mengakui bahwa dia telah lama menerima sorotan yang datang seiring dia menjadi figur publik.

Dia mengakui, “sampai pada titik di mana saya mempertanyakan apakah saya benar-benar perlu menanggung kebohongan dan cerita yang sepenuhnya dibuat-buat.”

Dia tidak sendirian. IU juga menghadapi Rumor serupa yang tak berdasar. Dalam episode Salon Drip 2 di bulan Maret, IU membahas unggahan daring paling absurd yang pernah dia temui.

Pembawa acara Jang Do Yeon bertanya, "komentar kebencian paling konyol apa yang pernah Anda lihat?" 

IU menjawab, "mereka bilang saya bukan Orang Korea." Klaim tersebut bahkan membuat pembawa acara bingung, bertanya-tanya apa yang ingin dicapai para komentator.

IU menegaskan batasannya: "Saya tidak menganggap komentar yang mengatakan saya jelek atau tidak bisa bernyanyi sebagai kebencian. Tapi menyebarkan kebohongan seperti ini membutuhkan tindakan."

Karena semakin banyak tokoh publik menjadi korban Rumor tak berdasar terkait kewarganegaraan, masalah ini menggarisbawahi meningkatnya kebutuhan untuk mengatasi dampak buruk berita palsu dan melindungi artis dari serangan jahat semacam itu.***


Editor : Irma Nurfajri