Dishub KBB Prediksi Adanya Peningkatan Pemudik yang Melintas Jalur Padalarang hingga 15 Persen

Dishub KBB memprediksi jumlah pemudik yang bakal melewati jalur arteri Padalarang, Bandung Barat bakal meningkat antara 10-15 persen

Dishub KBB Prediksi Adanya Peningkatan Pemudik yang Melintas Jalur Padalarang hingga 15 Persen
Dishub KBB Prediksi Adanya Peningkatan Pemudik yang Melintas Jalur Padalarang hingga 15 Persen
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi jumlah pemudik yang bakal melewati jalur arteri Padalarang, Bandung Barat bakal meningkat antara 10-15 persen dibandingkan musim mudik tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, pemudik yang melintas jalan alternatif menuju Priangan Timur ini bakal didominasi oleh kendaraan sepeda motor.
"Kami prediksi untuk pemudik yang melintas di jalur Padalarang akan meningkat 10-15 persen dibandingkan tahun lalu. Jalur Padalarang ini masih didominasi pemudik dengan menggunakan kendaraan roda dua," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Fauzan Azima, Jumat 21 Maret 2025.
Oleh karena itu, sambung Fauzan, guna  memastikan kelancaran lalu lintas selama arus mudik 2025 pihaknya bersama Jajaran Satlantas Polres Cimahi telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. 
"Salah satunya, kita manfaatkan kamera CCTV yang terkoneksi ke area traffic control system (ATCS)," sebutnya. 
Fauzan menjelaskan, keberadaan kamera CCTV tersebut bisa memudahkan para petugas untuk melihat titik kepadatan lalu lintas, menyelidiki penyebab kemacetan, serta menghitung jumlah kendaraan secara otomatis. 
Sehingga, apabila ditemukan sendatan di salah satu jalur mudik, petugas ATCS akan meneruskan informasi ke petugas lapangan sehingga bisa diterjunkan tim pengurai lalu lintas. 
"Dengan kamera ini, kita juga bisa tahu berapa jumlah kendaraan yang melintas serta intervensi kemacetan sejak dini," jelasnya.
Fauzan menyebut, total ada sebanyak 129 kamera CCTV yang terpasang di 59 persimpangan di Bandung Barat untuk monitoring lalu lintas mudik selama 7 hari sebelum dan sesudah Hari Raya Lebaran. 
"Kamera ini tersebar di wilayah selatan mulai dari batas antara KBB dan Kabupaten Bandung, yakni Soreang-Cipatik, BBS, Simpang Darul Falah, hingga Alun-alun Cililin," sebutnya.
Selain itu, sambung Fauzan, terdapat pula CCTV  antara batas KBB dengan Cimahi di Padasuka, Cilame, Cimareme, Cangkorah, Citunjung, Pasar Batujajar, Simpang Tol Padalarang, Tagog, dan Ciburuy. Bergeser ke utara dimulai dari Simpang Paratag, UNAI, Lembang Park and Zoo.
Berlanjut di kawasan eks Kampung Gajah, Simpang Beatrix, Grand Hotel, Inti Metal, Simpang Panorama, Orchid Forest, Tangkuban Parahu, dan The Lodge Maribaya. Serta di Setiabudi tugu batas antara KBB dan Kota Bandung.
"Hasil pemantauan kita hari ini dari CCTV belum ada pergerakan mudik. Kita prediksi arus mudik mulai meningkat pada H-7 Lebaran serta puncaknya pada H-3 atay tanggal 28 Maret 2025," tandasnya.
Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun 2025. Hasil survei menyebutkan bahwa potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta jiwa atau setara 52 persen dari total penduduk Indonesia. 
Terdapat lima moda transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan selama libur Lebaran. Pilihan terbanyak jatuh pada mobil pribadi sebesar 33,69 juta (23%), diikuti bus sebesar 24,76 juta (16,9%), kereta api antarkota sebesar 23,58 juta (16,1%), pesawat sebesar 19,77 juta (13,5%), dan sepeda motor sebesar 12,74 juta (8,7%).*** (agus satia negara)


Editor : Firda Rachmawati