Dituding Bela Gus Miftah, Klarifikasi Gus Yusuf Soal Perkataan Kasar ke Penjual Es Teh Disebut Candaan Biasa

Rekan Gus Miftah, Muhammad Yusuf Chudlori atau yang dikenal Gus Yusuf menyebut bahwa apa yang dikatakan oleh rekannya itu merupakan sebuah candaan.

Dituding Bela Gus Miftah, Klarifikasi Gus Yusuf Soal Perkataan Kasar ke Penjual Es Teh Disebut Candaan Biasa
Klarifikasi soal Gus Miftah yang berkata kasar ke penjual es teh

INILAHKORAN, Bandung - Dituding bela Gus Miftah, klarifikasi Gus Yusuf soal perkataan kasar ke penjual es teh jadi sorotan.

Rekan Gus Miftah, Muhammad Yusuf Chudlori atau yang dikenal Gus Yusuf menyebut bahwa apa yang dikatakan oleh rekannya itu merupakan sebuah candaan.

Dalam video klarifikasinya yang beredar di media sosial, aksi tersebut dilakukan secara spontan dan itu memang sudah jadi bagian dari cara komunikasi Gus Miftah dengan jamaahnya. 

"Terkait video Gus Miftah dengan Bakul Es di Magelang, saya kebetulan ada di samping beliau saat itu," ujarnya.

"Itu spontan, bagian dari komunikasi Gus Miftah dengan jamaahnya, guyonan biasa," lanjutnya. 

Selain itu, dia juga menyebut bahwa Gus Miftah memang memiliki gaya komunikasi santai dengan jamaahnya. bahkan, tak jarang juga dirinya memborong dagangan jamaahnya. 

"Gus Miftah sering borong dagangan jemaah, melarisi jajan mereka. Jadi tolong jangan dipotong videonya. Kalau bisa, datang langsung ke majelisnya agar paham cara beliau berinteraksi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam video yang diunggah akun X @Lone_Lynx, Gus Miftah tampak mengisi salah satu acara pengajian yang diadakan ditempat terbuka.

Pada momen itu, penjual es teh berdiri sambil membawa dagangannya di antara jemaah yang hadir.

Lalu Gus Miftah yang melihatnya bertanya kepada penjual soal dagangan es teh yang masih terlihat banyak.

"Es tehmu sih ekeh (masih banyak) nggak?" tanya Gus Miftah.

Alih-alih membeli atau memborong dagangan, utusan khusus presiden itu malah melemparkan kata kasar kepada pedagang.

"Ya sana jual gobl*k" ujarnya.

"Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah takdir" tambahnya. 


Editor : Firda Rachmawati