Dituntut Rp7 Miliar, Biaya Oplas Ratusan Juta Denada Kembali Disorot

biaya operasi plastik Denada yang pernah dijalaninya kembali jadi sorotan di tengah tuntutan Rp7 milar.

Dituntut Rp7 Miliar, Biaya Oplas Ratusan Juta Denada Kembali Disorot
Dituntut Rp7 Miliar, Biaya Oplas Ratusan Juta Denada Kembali Disorot

INILAHKORAN.ID - Di tengah gugatan senilai Rp7 miliar yang dilayangkan Ressa Rizky Rossano, kehidupan pribadi Denada kembali menjadi perbincangan publik.

Salah satu yang ikut disorot adalah pengakuan sang penyanyi soal biaya operasi plastik yang pernah dijalaninya dan disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Denada sebelumnya secara terbuka mengungkapkan bahwa prosedur kecantikan yang ia jalani memang membutuhkan biaya besar. Namun, ia menegaskan keputusan tersebut tidak dilakukan secara impulsif, melainkan melalui perencanaan panjang.

“Memang nggak murah, tapi semua sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Planning-nya lama, dari waktu sampai dana sudah dipikirkan matang,” ujar Denada dalam pernyataannya.

Sebagai seorang ibu, Denada mengaku jauh lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial, terutama yang menyangkut pengeluaran besar.

“Kalau sudah jadi emak-emak, nggak mungkin bikin keputusan mahal secara spontan. Pasti beda sama sebelum jadi ibu,” tuturnya.

Bantah biaya oplas Rp1,5 Miliar

Di tengah beredarnya rumor yang menyebut biaya operasi plastik Denada mencapai Rp1,5 miliar, pelantun lagu Kujelang Hari itu dengan tegas membantah kabar tersebut.

“Nggak benar, bohong itu,” kata Denada singkat.

Meski enggan menyebut angka pasti, Denada mengakui biaya yang dikeluarkan memang tidak kecil. Ia menyebut nominalnya berada di kisaran ratusan juta rupiah.

“Pokoknya lumayan. Kalau dirupiahkan, mungkin hitungannya sudah tiga digit,” tambahnya.

Denada menegaskan bahwa keputusan menjalani operasi plastik dilakukan dengan kesadaran penuh, termasuk memahami risiko medis dan konsekuensi yang harus ditanggung.

Menurutnya, cosmetic surgery bukan sekadar soal penampilan, melainkan juga keputusan personal yang melibatkan banyak pertimbangan, mulai dari waktu, biaya, hingga kesiapan mental.

“Cosmetic surgery itu ada risikonya. Orang pasti mempertimbangkan harga yang dibayar, waktunya, dan semuanya. Kalau sudah berani menjalani, artinya sudah siap dengan pertimbangannya,” jelas Denada.

Ia pun menekankan bahwa alasan utama menjalani operasi plastik adalah untuk kebahagiaan diri sendiri, bukan demi tuntutan pihak lain.

“Alasannya sederhana, ingin mempercantik diri, ingin happy, dan melakukan sesuatu untuk diri sendiri,” pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati