DLH Kota Bogor Mulai Kelola Sampah Anorganik dan Organik di Halaman Kantor
DLH Kota Bogor mulai melakukan pengolahan sampah organik dan anorganik di halaman kantornya. Itu dilakukan untuk menekan volume pembuangan ke TPAS Galuga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mulai melakukan pengolahan sampah organik dan anorganik di halaman kantornya. Langkah tersebut dilakukan sebagai tahap awal menekan volume pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
"Alhamdulillah dari WWF (World Wide Fund for Nature) membantu kami menangani sampah plastik dengan alat-alat pres plastik non-value. Mudah-mudahan ini juga bisa mengurangi sampah-sampah plastik yang tadinya tercecer dimana-mana," kata Kepala DLH Kota Bogor Denni Wismanto, Senin (22/6/2026).
Denni menerangkan, untuk sampah plastik itu dikelola menggunakan alat pres baru. Sampah dikumpulkan dan dipres untuk nantinya dicacah ukuran kecil-kecil yang bisa menjadi material RDF.
Sedangkan, sampah organik dikelola dengan menggunakan magot yang mampu menolah sisa-sisa makanan. Magot tersebut nantinya bisa menjadi pakan hewan lele atau ayam.
Dia menuturkan, dengan sistem yang baru berjalan itu pengelolaan sampah organik dan anorganik di kantor DLH bisa mencapai 5 ton per hari.
"Targetnya 5 ton per hari itu bisa. Untuk 5 ton itu termasuk sampah organik ya. Sampah organik dan anorganik ini bisa dikelola di sini, tidak harus ke TPAS Galuga," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

