Dulu Berlubang, Kini Membentang Lapang

JALAN Citeureup- Sukamakmur kini kembali mulus.Perbaikan didanai APBN Rp61,2 miliar.

Dulu Berlubang, Kini Membentang Lapang
DIGUYUR APBN: Bupati Bogor Rudy Susmanto memaparkan Jalan Poros Tengah Timur atau Citeureup-Sukamakmur diguyur Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sebesar Rp61,2 miliar.(INILAH/REZA ZURIFWAN)

Bertahun-tahun, lubang besar menghiasi Jalan Citeureup-Sukamakmur di Kabupaten Bogor. Kerusakan jalan poros tengah timur itu tak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.

Kini, kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Citeureup hingga Kecamatan Sukamakmur itu mulai berubah. Aspal dan beton membentang di sepanjang ruas jalan setelah pemerintah menggelontorkan anggaran Rp61,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Perbaikan sepanjang 20 kilometer tersebut dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

“Alhamdulillah, kini Jalan Citeureup-Sukamakmur sudah mulus karena kita mendapatkan anggaran IJD sebesar Rp61,2 miliar,” kata Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa (20/10).

Rudy menjelaskan, pembangunan jalan melalui program IJD tersebut berawal dari aspirasi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat V atau Kabupaten Bogor.

Untuk ruas Citeureup- Sukamakmur, usulan disampaikan Mulyadi dan Marly Maysaroh pada periode DPR RI yang berbeda.

Perbaikan infrastruktur melalui jalur aspirasi itu juga menyasar wilayah lain.

Rudy menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum membangun Jalan Pasir Ipis-Garehong yang menghubungkan Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dengan Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Pembangunan tersebut merupakan hasil aspirasi Adian Napitupulu.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap pembangunan jalan daerah berlanjut pada tahun berikutnya.

Untuk tahun anggaran 2027, dua program IJD kembali diusulkan melalui legislator Marlyn Maisaroh dan Asep Wahyuwijaya.

Rudy mengatakan, usulan tersebut mencakup pembangunan jalan di wilayah tengah dan barat Kabupaten Bogor. Dengan begitu, peningkatan akses jalan diharapkan tidak berhenti pada ruas Citeureup- Sukamakmur, tetapi menjangkau wilayah lain yang membutuhkan perbaikan infrastruktur.

(reza zurifwan/gin)


Editor : Inilahkoran