Empat Fasilitas RDF Direnovasi, Farhan Bidik Pengolahan 30 Persen Sampah Kota Bandung
Wali Kota Bandung M Farhan membidik pengolahan sampah Kota Bandung sebanyak 30 persen sisanya RDF ke Bekasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pengiriman sampah ke luar daerah termasuk ke fasilitas refuse derived fuel (RDF) di Bekasi bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menangani persoalan sampah.
“Pada dasarnya, kita sedang memastikan ada off taker dari RDF yang kita produksi,” kata Farhan pada Sabtu 7 Februari 2026.
Farhan menyebut, saat ini Pemkot Bandung tengah mempercepat renovasi empat fasilitas RDF yang ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan. Keempat fasilitas tersebut berada di Cicukang Holis 1 dan 2, Astana Anyar serta Tegalega.
“Kemarin ada empat fasilitas RDF yang sedang direnovasi. Mudah-mudahan dua minggu lagi selesai, baik yang di Cicukang Holis 1 dan 2, yang di Astana Anyar dan satu di Tegalega. Total ada empat,” ucap Farhan.
Menurut Farhan, jika keempat fasilitas tersebut sudah beroperasi penuh. Kota Bandung akan mampu mengelola sekitar 80 ton sampah per hari menjadi RDF. Namun ia menekankan, keberhasilan pengolahan RDF sangat bergantung pada ketersediaan pihak penyerap atau off taker.
“Begitu sudah berjalan, kita bisa mengelola 80 ton sampah menjadi RDF. Itu harus ada off taker nya supaya tidak menumpuk,” ujar Farhan.
Lebih jauh, ia mengungkapkan target jangka menengah Pemkot Bandung dalam pengelolaan sampah adalah mampu menangani 30 persen dari total timbulan sampah harian secara optimal di dalam kota.
Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan enam titik pengolahan RDF dengan kapasitas masing-masing 80 ton per hari.
“Kalau soal kapasitas secara optimal, sesuai dengan lahan penampungan dan pengolahan yang kita punya. Target saya 30 persen sampah harus bisa ditangani. Artinya, kita butuh enam titik. Enam titik masing-masing 80 ton. Jadi sekitar 480 ton,” jelasnya.
Selain pengolahan melalui RDF, Farhan juga menargetkan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat kewilayahan. Seluruh RW di Kota Bandung, didorong untuk mengelola sampah dari lingkungannya masing-masing.
“Sisa 80 ton lagi akan dikelola oleh RW. Semua RW harus bisa mengelola total 80 ton per hari,” ujar dia.
Dengan skema tersebut, ia memperkirakan total sampah yang bisa ditangani di dalam kota mencapai sekitar 560 ton per hari. Meski begitu, masih ada sisa sampah dalam jumlah besar yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau 560 ton sudah tertangani, maka kita masih punya sekitar 800 sampai 900 ton lagi yang harus dibawa ke TPA. Tetapi dengan penguatan RDF, kepastian off taker dan partisipasi warga menjadi kunci untuk mengurangi beban TPA," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
